Assalamualaikum Warohmatullahi wabarokatuh..
gimana kabar kalian untuk kesempatan ini? semoga selalu dalam limpahan anugerah dari Allah Swt. amien :)
nah, kali ini saya mau kasih "renungan hati part 1#", yah bisa dibilang bagian baru untuk blog ini. semoga ada manfaat setelah membaca ini. jangan tanya ini darimana,tapi tanya dalam hati bagaimana nuranimu berbicara ketika habis membaca ini. semog kita menjadi manusia yang lebih baik lagi yah. amien ya rabb. ^^
punten..
Saya sayang mama…
Maaf yah ma, selama ini aku tidak pernah buat mama bangga dengan kelakuanku. Setiap saat selalu membuat cela di hatimu.. tidak pernah mau mengerti dirimu, bukan keinginanmu. Aku pun sempat kesal ketika dirimu melarangku untuk pergi ke luar apabila itu bukan urusan yang penting, tidak mengenal waktu, mama selalu mengawasi gerak-gerikku. Sebegitu nakalnya aku ma di matamu? Aku selalu berpikir bahwa mama selalu suudzon padaku. Hampir semua tindakanku salah di hadapanmu.. aku pun bingung entah mau berbuat apalagi agar kamu percaya. Aku sudah bersabar dengan upaya yang aku bisa. Namun entah bagaimana pun aku mengendalikan emosiku karena aku jengkel padamu, hanya satu faktor yang aku tidak bisa terima, mama tidak pernah percaya padaku. Dan disitu pun aku mencoba untuk acuh padamu. Aku malas berurusan dengan orang sepertimu. Teman-temanku lebih mengerti diriku daripada orang yang melahirkanku. Ada pergolakan dalam hatiku saat itu. Aku cape denganmu, tapi aku sungguh ingin memeluk mama. Namun, aku lupakan saja perasaan itu. Aku lebih memberikan waktuku untuk teman yang begitu sayang denganku. Dia selalu memberiku waktu untuk berbicara, dia peduli padaku tidak seperti dirimu yang selalu ngomel ke sana kemari. Aku capek mendengarnya. Dan mulai saat itu juga aku jarang keluar kamar. Sehingga komunikasiku dengan mama sangat jarang tidak terkecuali adik-adik juga. Aku juga capek meladeni orang-orang yang selalu ribut kerjaannya. Tidak jarang adik laki-lakiku yang tua menggara-garai adik perempuan kecilku sehingga ia menangis. Da apabila itu terjadi, aku sangat jengkel bukan kepalang. Begitu ribut mereka. Dan mama, lagi-lagi menangis dengan hebohnya juga. Dalam omelannya pun, aku yang jadi bahan omelannya salah satunya juga. Kenapa lagi aku? Aku lagi anteng-anteng di dalam kamar. Aku tidak keluar rumah sekarang ma??!!,betak dalam hatiku. Di kamar pun aku tak berbuat apa-apa., aku hanya menelepon atau smsan dengan temanku. Mereka lebih mengerti diriku dibandingkan dirimu, ma. Namun, kadang ketika aku ke luar kamar untuk makan, mama tidak lantas diam. Mama lanjut mengomel diriku. Katanya, aku hanya ke luar saat makan lalu ketika itu selesai, aku kembali ke kandangku, yaitu kamar lagi. Mama begitu menyesal dengan sikapku yang sekarang, yang begitu tak mendengar. Beliau juga mengatakan bahwa diriku yang sekarang berbeda dengan diriku ketika kecil, penurut dan tidak seperti ini. Kataku dalam hati, siapa yang mengajaku berkelahi duluan?? Mama kan?. Aku abaikan saja. Aku anggap itu hanya radio rusak yang sedang siaran. Whatever mu lah.. aku juga tidak lepas dari kebohonganku, apabila ditanyai mama, apa yang kamu kerjakan di kamar sampai kamu betah?, aku pun lantas menjawab aku sibuk belajar dan mengerjakan hal yang penting lainnya. Aku pun menambahkan, terserah kalo mama tidak mau percaya, kesalku. Terus-menerus itu aku lakukan, sampai menjadi kebiasaan yang paling hina yang aku rasakan. Ya Allah, aku hambaMu yang paling hina. Aku sadar.. aku tidak pantas memperlakukan mama seperti itu sangatlah tidak ada kedudukan memperlakukannya begitu.. kebiasaanku itu aku lakukan terakhir, ketika temanku yang ku bilang paling mengerti aku itu mulai berubah sifatnya. Sekarang dia sibuk dengan segudang aktivitasnya. Aku masih ingat sekali ketika dia mecoba mendekati hatiku, dia lakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia baik sekali, sangat baik. Aku menganggapnya seperti malaikat. Dia terus mendengarkan curhatanku, mulanya masalah biasa sepeti peer atau masalah sekolah, namun lama-kelamaan aku seperti terhipnotis olehnya. Aku ceritakan semuanya tanpa sekat apapun, termasuk soal mama.. sehingga mungkin sekarang dia tau sifat ku sekarang. Entahlah. Aku tidak tau. Semoga saja tidak ya Allah. Dan sekarang sikap malaikatnya itu hanya sebagai kenangan ku saja. Aku mencoba padanya untuk kembali dengan sikap yang dulu, namun rasanya nihil. Aku sudah berharap banyak padanya sampai aku buta dengan hati nuraniku yang tertutup. Sikapnya dingin sekarang. aku mencoba menunggu dia kembali lagi. Karena aku sudah tergatung padanya. Namun lama-kelamaan aku letih dengan kepura-puraannya ini. Aku juga letih menunggu nya. Yang berdampak pada prestasi belajarku di sekolah yang menurun hanya untuk dia mau kembali lagi dengan sikap malaikatnya, sering sekali aku menangis karenanya. Mataku bengkak, dadaku sesak. Namun ketika aku ceritakan padanya dia malah menganggapnya biasa saja. Begitu jahatnya dia. Sekarang dia tampakkan sikap yang begitu angkuh, ketika aku bicara dengan pendapat yang berbeda da langsung membantahnya. Menganggap dirinya selalu benar. Entah apa lagi sikap aslinya selanjutnya. Aku juga sadar, aku berbohong demi dia, aku berbohong banyak dengan mama untuk kepentingannya. Aku bilang aku mau pergi belajar di luar atau apalah, namun kenyataannya aku bersamanya. Menghabiskan waktu dengannya hanya dengan hal-hal yang tidak penting. Tidak jarang aku pulang maghrib sampai agak malam. Begitu maranhya mamaku, aku tidak meladeninya. Dan aku pun berbuat begitu berulang kali. Sampai aku tau sikap asli dia. Aku sangat menyesal ya Allah, aku memang masih berharap dengannya, karena aku tau dia orang baik. Namun, wawlohualam ya Allah. Akibatnya juga aku terlunta-lunta sekarang. mengingat itu semua aku ingin memukul diriku, entah bagaimana dosaku terhadap mama. Ya Allah, kalau saja masih ada hukum malin kundang di dunia ini. Mungkin aku sudah jadi batu. Namun, aku tau orang yang sebenarnya aku bilang malaikat adalah mamaku sendiri. Orang yang paling baik,aku tau, aku sadar setelah insiden yang membuka mata, hatiku tentang kebenaran yang nyata. Ya Allah, maafkan diriku ini ya Allah. Aku ingin mengatakan aku sangat-sangatlah menyesal berbuat semua itu. Aku, aku sangatlah bodoh, hina, tidak pantas melakukan itu kepada mama. Ma, aku minta maaf aku sangat minta maaf. Aku janji dalam hatiku, aku berusaha untuk meninggalkan perbuatan yang kasar, bohong dan tidak mempedulikanmu. Mama adalah malaikatku. Aku sadar sekarang, mama bukannya tidak percaya padaku, namun mama khawatir sakali denganku. Mama bukannya marah padaku dan kejam atau jahat denganku, tapi mama sayang sekali denganku. Mama mengomel panjang lebar, bukannya ingin melampiaskan kemarahan atau emosinya, akan tetapi disitulah bukti bahwa mama begitu berharganya aku dimatanya. Bagaikan emas, permata ataupun berlian, semua yang dilakukannya hanya untuk menjagaku, membimbingku mejadi orang yang paling baik, berguna. Ingin putrinya menjadi wanita sholehah. Aku tau ma, aku tau itu, tapi aku tau itu sekarang ma, setelah aku sadar semuanya. Maafin aku ma, atas semuanya yang kulakukan denganmu. Aku janji ma, aku juga janji sama Allah, aku ingin balas kebaikannya mama yang aku tak tau sampai kapan hutang itu impas. Aku tak tau ma,kebaikanmu tak pernah bisa ku hitung. Orang yang mungkin dulu aku percaya baik, namun kamu yang paling baik. Orang bisa berubah sifatnya, namun mama tidak, mama selalu baik. Maafin aku ma yah. Aku juga sangat berterima kasih, sudah memperlakukan diriku sebaik dan seistimewa ini. Aku tidak bisa bayar semuanya ma. Terima kasih ma. Aku janji ma, aku akan jadi kaka yang baik bagi adik-adikku, jadi penuntun mereka, aku ingin jadi orang kayak mama, yang paling baik di dunia ini. Aku janji ma. Aku janji ma, aku mau menggapai cita-citaku. Aku ingin jadi orang. Aku ingin buat mama bangga. Apapun sekarang aku ingin apa yang aku lakukan supaya mama selalu senang, tersenyum, terharu bahwa mama memiliki anak yang membuat mama bangga. Amien ya Allah, semoga aku bisa mengabulkan permintaanku ini ya Allah. Ya Allah, aku ingin buat mama bangga punya anak seperti aku. Karena aku sangat bangga punya mama. Panjang umurkan mama, berilah kesehatan buat mama, lindungilah dimanapun dia ya Allah. Semoga aku bisa mewujudkan keinginan terbesarku untuk bisa bersama mama dan orang yang aku sayangi lainnya di surgaMu nanti ya Allah. Amien. Amien ya Rabbal alamien. I love u mama.
skip to main |
skip to sidebar
pinkky..wehehe
duh,duh,aduuh. Siapa bilang kalo berbagi itu buat kita jadi miskin. eh, malah kaya lho, buktinya nih dengan berbagi informasi yaaa walaupun cuma sebatas kemampuan sii tapi justru dengan gitu kemampuan kita malah tambah, lagi dan lagi. komentar dari temen-temen salah satunya lho malah buat kemampuanku jadi tambah baik. amin, nah kunjungi yah sekaligus dibaca. semoga bermanfaat juga untuk kamu. semoga semuanya bisa termanfaat, dimanfaatkan, dan bermanfaat. amin :)
*Vydza-vyvyvy^^*
Selasa, 17 Mei 2011
chukkae kawan..
chukkae ..
makasi-makasi udah mau datang ke sini..
mari membaca, membaca itu ibadah, membaca itu pintu kemana saja,,, :D
makasi-makasi udah mau datang ke sini..
mari membaca, membaca itu ibadah, membaca itu pintu kemana saja,,, :D
Diberdayakan oleh Blogger.
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
apa aja bolehhh..hahha :D
pinkky..wehehe
kawan blog
tentang vydza*
- Vita Indri Febriani
- Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia
- call me vita, vydza, pipit, piput, 'V' or you can make the other name for me. gomawo, arigatou, thanks :). like to imagine whatever that i love. still little lazy do something while it is seldom doing,hahaha :D. l love very much writing, wanna be a writer novel, poem, or all(hahahaha kidding me :P). uhm,, give me a comments to correct my skill in here yayayaya :D. nice to meet you all.
Facebook Badge
Copyright (c) 2010 Ala-AllC'muaEbotMe*Vydza. Design by WPThemes Expert
Blogger Templates, Grocery Coupons and Daily Fantasy Sports.

0 komentar:
Posting Komentar