Assalamualaikum Warohmatullahi wabarokatuh..
gimana kabar kalian untuk kesempatan ini? semoga selalu dalam limpahan anugerah dari Allah Swt. amien :)
nah, kali ini saya mau kasih "renungan hati part 1#", yah bisa dibilang bagian baru untuk blog ini. semoga ada manfaat setelah membaca ini. jangan tanya ini darimana,tapi tanya dalam hati bagaimana nuranimu berbicara ketika habis membaca ini. semog kita menjadi manusia yang lebih baik lagi yah. amien ya rabb. ^^
punten..
Saya sayang mama…
Maaf yah ma, selama ini aku tidak pernah buat mama bangga dengan kelakuanku. Setiap saat selalu membuat cela di hatimu.. tidak pernah mau mengerti dirimu, bukan keinginanmu. Aku pun sempat kesal ketika dirimu melarangku untuk pergi ke luar apabila itu bukan urusan yang penting, tidak mengenal waktu, mama selalu mengawasi gerak-gerikku. Sebegitu nakalnya aku ma di matamu? Aku selalu berpikir bahwa mama selalu suudzon padaku. Hampir semua tindakanku salah di hadapanmu.. aku pun bingung entah mau berbuat apalagi agar kamu percaya. Aku sudah bersabar dengan upaya yang aku bisa. Namun entah bagaimana pun aku mengendalikan emosiku karena aku jengkel padamu, hanya satu faktor yang aku tidak bisa terima, mama tidak pernah percaya padaku. Dan disitu pun aku mencoba untuk acuh padamu. Aku malas berurusan dengan orang sepertimu. Teman-temanku lebih mengerti diriku daripada orang yang melahirkanku. Ada pergolakan dalam hatiku saat itu. Aku cape denganmu, tapi aku sungguh ingin memeluk mama. Namun, aku lupakan saja perasaan itu. Aku lebih memberikan waktuku untuk teman yang begitu sayang denganku. Dia selalu memberiku waktu untuk berbicara, dia peduli padaku tidak seperti dirimu yang selalu ngomel ke sana kemari. Aku capek mendengarnya. Dan mulai saat itu juga aku jarang keluar kamar. Sehingga komunikasiku dengan mama sangat jarang tidak terkecuali adik-adik juga. Aku juga capek meladeni orang-orang yang selalu ribut kerjaannya. Tidak jarang adik laki-lakiku yang tua menggara-garai adik perempuan kecilku sehingga ia menangis. Da apabila itu terjadi, aku sangat jengkel bukan kepalang. Begitu ribut mereka. Dan mama, lagi-lagi menangis dengan hebohnya juga. Dalam omelannya pun, aku yang jadi bahan omelannya salah satunya juga. Kenapa lagi aku? Aku lagi anteng-anteng di dalam kamar. Aku tidak keluar rumah sekarang ma??!!,betak dalam hatiku. Di kamar pun aku tak berbuat apa-apa., aku hanya menelepon atau smsan dengan temanku. Mereka lebih mengerti diriku dibandingkan dirimu, ma. Namun, kadang ketika aku ke luar kamar untuk makan, mama tidak lantas diam. Mama lanjut mengomel diriku. Katanya, aku hanya ke luar saat makan lalu ketika itu selesai, aku kembali ke kandangku, yaitu kamar lagi. Mama begitu menyesal dengan sikapku yang sekarang, yang begitu tak mendengar. Beliau juga mengatakan bahwa diriku yang sekarang berbeda dengan diriku ketika kecil, penurut dan tidak seperti ini. Kataku dalam hati, siapa yang mengajaku berkelahi duluan?? Mama kan?. Aku abaikan saja. Aku anggap itu hanya radio rusak yang sedang siaran. Whatever mu lah.. aku juga tidak lepas dari kebohonganku, apabila ditanyai mama, apa yang kamu kerjakan di kamar sampai kamu betah?, aku pun lantas menjawab aku sibuk belajar dan mengerjakan hal yang penting lainnya. Aku pun menambahkan, terserah kalo mama tidak mau percaya, kesalku. Terus-menerus itu aku lakukan, sampai menjadi kebiasaan yang paling hina yang aku rasakan. Ya Allah, aku hambaMu yang paling hina. Aku sadar.. aku tidak pantas memperlakukan mama seperti itu sangatlah tidak ada kedudukan memperlakukannya begitu.. kebiasaanku itu aku lakukan terakhir, ketika temanku yang ku bilang paling mengerti aku itu mulai berubah sifatnya. Sekarang dia sibuk dengan segudang aktivitasnya. Aku masih ingat sekali ketika dia mecoba mendekati hatiku, dia lakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia baik sekali, sangat baik. Aku menganggapnya seperti malaikat. Dia terus mendengarkan curhatanku, mulanya masalah biasa sepeti peer atau masalah sekolah, namun lama-kelamaan aku seperti terhipnotis olehnya. Aku ceritakan semuanya tanpa sekat apapun, termasuk soal mama.. sehingga mungkin sekarang dia tau sifat ku sekarang. Entahlah. Aku tidak tau. Semoga saja tidak ya Allah. Dan sekarang sikap malaikatnya itu hanya sebagai kenangan ku saja. Aku mencoba padanya untuk kembali dengan sikap yang dulu, namun rasanya nihil. Aku sudah berharap banyak padanya sampai aku buta dengan hati nuraniku yang tertutup. Sikapnya dingin sekarang. aku mencoba menunggu dia kembali lagi. Karena aku sudah tergatung padanya. Namun lama-kelamaan aku letih dengan kepura-puraannya ini. Aku juga letih menunggu nya. Yang berdampak pada prestasi belajarku di sekolah yang menurun hanya untuk dia mau kembali lagi dengan sikap malaikatnya, sering sekali aku menangis karenanya. Mataku bengkak, dadaku sesak. Namun ketika aku ceritakan padanya dia malah menganggapnya biasa saja. Begitu jahatnya dia. Sekarang dia tampakkan sikap yang begitu angkuh, ketika aku bicara dengan pendapat yang berbeda da langsung membantahnya. Menganggap dirinya selalu benar. Entah apa lagi sikap aslinya selanjutnya. Aku juga sadar, aku berbohong demi dia, aku berbohong banyak dengan mama untuk kepentingannya. Aku bilang aku mau pergi belajar di luar atau apalah, namun kenyataannya aku bersamanya. Menghabiskan waktu dengannya hanya dengan hal-hal yang tidak penting. Tidak jarang aku pulang maghrib sampai agak malam. Begitu maranhya mamaku, aku tidak meladeninya. Dan aku pun berbuat begitu berulang kali. Sampai aku tau sikap asli dia. Aku sangat menyesal ya Allah, aku memang masih berharap dengannya, karena aku tau dia orang baik. Namun, wawlohualam ya Allah. Akibatnya juga aku terlunta-lunta sekarang. mengingat itu semua aku ingin memukul diriku, entah bagaimana dosaku terhadap mama. Ya Allah, kalau saja masih ada hukum malin kundang di dunia ini. Mungkin aku sudah jadi batu. Namun, aku tau orang yang sebenarnya aku bilang malaikat adalah mamaku sendiri. Orang yang paling baik,aku tau, aku sadar setelah insiden yang membuka mata, hatiku tentang kebenaran yang nyata. Ya Allah, maafkan diriku ini ya Allah. Aku ingin mengatakan aku sangat-sangatlah menyesal berbuat semua itu. Aku, aku sangatlah bodoh, hina, tidak pantas melakukan itu kepada mama. Ma, aku minta maaf aku sangat minta maaf. Aku janji dalam hatiku, aku berusaha untuk meninggalkan perbuatan yang kasar, bohong dan tidak mempedulikanmu. Mama adalah malaikatku. Aku sadar sekarang, mama bukannya tidak percaya padaku, namun mama khawatir sakali denganku. Mama bukannya marah padaku dan kejam atau jahat denganku, tapi mama sayang sekali denganku. Mama mengomel panjang lebar, bukannya ingin melampiaskan kemarahan atau emosinya, akan tetapi disitulah bukti bahwa mama begitu berharganya aku dimatanya. Bagaikan emas, permata ataupun berlian, semua yang dilakukannya hanya untuk menjagaku, membimbingku mejadi orang yang paling baik, berguna. Ingin putrinya menjadi wanita sholehah. Aku tau ma, aku tau itu, tapi aku tau itu sekarang ma, setelah aku sadar semuanya. Maafin aku ma, atas semuanya yang kulakukan denganmu. Aku janji ma, aku juga janji sama Allah, aku ingin balas kebaikannya mama yang aku tak tau sampai kapan hutang itu impas. Aku tak tau ma,kebaikanmu tak pernah bisa ku hitung. Orang yang mungkin dulu aku percaya baik, namun kamu yang paling baik. Orang bisa berubah sifatnya, namun mama tidak, mama selalu baik. Maafin aku ma yah. Aku juga sangat berterima kasih, sudah memperlakukan diriku sebaik dan seistimewa ini. Aku tidak bisa bayar semuanya ma. Terima kasih ma. Aku janji ma, aku akan jadi kaka yang baik bagi adik-adikku, jadi penuntun mereka, aku ingin jadi orang kayak mama, yang paling baik di dunia ini. Aku janji ma. Aku janji ma, aku mau menggapai cita-citaku. Aku ingin jadi orang. Aku ingin buat mama bangga. Apapun sekarang aku ingin apa yang aku lakukan supaya mama selalu senang, tersenyum, terharu bahwa mama memiliki anak yang membuat mama bangga. Amien ya Allah, semoga aku bisa mengabulkan permintaanku ini ya Allah. Ya Allah, aku ingin buat mama bangga punya anak seperti aku. Karena aku sangat bangga punya mama. Panjang umurkan mama, berilah kesehatan buat mama, lindungilah dimanapun dia ya Allah. Semoga aku bisa mewujudkan keinginan terbesarku untuk bisa bersama mama dan orang yang aku sayangi lainnya di surgaMu nanti ya Allah. Amien. Amien ya Rabbal alamien. I love u mama.
skip to main |
skip to sidebar
pinkky..wehehe
duh,duh,aduuh. Siapa bilang kalo berbagi itu buat kita jadi miskin. eh, malah kaya lho, buktinya nih dengan berbagi informasi yaaa walaupun cuma sebatas kemampuan sii tapi justru dengan gitu kemampuan kita malah tambah, lagi dan lagi. komentar dari temen-temen salah satunya lho malah buat kemampuanku jadi tambah baik. amin, nah kunjungi yah sekaligus dibaca. semoga bermanfaat juga untuk kamu. semoga semuanya bisa termanfaat, dimanfaatkan, dan bermanfaat. amin :)
*Vydza-vyvyvy^^*
Selasa, 17 Mei 2011
Jumat, 29 April 2011
Drama oh Drama
Assalamualaikum Warohmatullahi wabarokatuh..
Ya Allah, setelah sekian lama menunggu waktu... oh,, waktu (puitis mode on).. kini saatnya saya beraksi guys... alhamdulillah, ada waktu untuk online sekalipun harus keluar rumah, malem2 with my bro..(alias ade cowoku)hehehehe :D untuk diri muu lah my blog.. oke.. it's time launch my new collection..
sebelum dibaca,, ada cerita sendiri tentang yang atuu ini.. ini tugas kelompok yang diberikan oleh my sir.. yah, alhamdulillah kelar juga.. so. bagi temen2 yang kebetulan ada tugas buat drama kalo belum dapet inspirasinya.. mari dibaca yah.. punten.. :DD
Kelompok 3
Dwi Sulistyowati
Faisal susanti
Fitri anjar sari
Soraya putri
Vita indri febriyanti
Musik adalah kekuatanku
Naskah
@sekolah. Pukul 06.45 am
Lena melihat Lia berjalan di lorong sekolah
Lena : Lia, bentar sore kamu kursus piano kan? Denger-denger kamu bakal tampil yah? Wuaah... sukses yah... (merangkul Lia)
Lia : Makasih, Len. Oh ya, Sesil mana?
Lena : Hmm... sepertinya belum datang. (melihat ke kanan kiri)
Menuju kelas
***
Guru : Hari ini kita kedatangan murid baru. Masuklah (berdiri di depan murid)
Anak laki-laki masuk melalui pintu kelas dan memperkenalkan diri.
Niki : selamat pagi. Nama saya Niki, saya pindahan dari sekolah Nusa bakti, Bandung. (tersenyum mengarah kesemua murid)
Guru : baiklah. Duduklah di sebelah sana (menunjuk bangku sebelah Lia)
Niki : Oh. Baik (menunduk hormat pada guru)
Menuju bangku sebelah Lia. Niki mengulurkan tangan berkenalan baik dengan Lia.
Niki : Niki (senyum)
Lia : Lia (membalas senyum)
***
@Tempat kursus piano Lia. Pukul 04.11 pm
Guru : bagus Lia, kau semakin mahir memainkan piano. Kau harus terus berlatih dengan baik selama dua hari ini agar kau tampil lebih baik (memegang pundak Lia dan tersenyum)
Lia : terima kasih, bu. Saya akan berusaha semaksimal mungkin (senyum)
Dua hari kemudian. Pukul 07.15 pm
Lia melakukan pementasan di depan para tamu undangan.
***
Sesil : Wuaahh...!! kau sangat hebat, Lia! Pasti kau berlatih keras untuk ini... (merangkul Lia dengan ekspresi senang)
Lia : Hahaha! Tentu saja... aku sangat gugup! Tamu undangannya pejabat semua... (memegang dadanya yang masih berdetak cepat)
Lena : tapi kau terlihat sangat baik di atas panggung... (wajah meyakinkan)
Lia : ah, kau ini...
Berjalan keluar dari ruangan pementasan dan pulang ke rumah masing-masing.
***
@mall. Pukul 07.53 pm
Lia menelpon kedua sahabatnya.
Lia : Len, kamu dimana? aku sudah lama menunggu kalian disini (menyentakkan kaki, jengkel)
Lena : aduh, Li... aku tidak bisa datang...sekarang aku lagi dibandara jemput ibuku... maaf yah..(sedih)
Lia :ya sudah... aku telpon Sesil dulu. bye.. (menutup telpon)
Lia : Sil, kamu dimana?
Sesil : waduhh... maaf yah, Li... aku tidak bisa datang... aku lagi ada urusan penting. Eh, sudah dulu yah. Bye (menutup telpon)
Lia : Hiaahh... dimatikan! Uh... semuanya sibuk! (menggembungkan pipi, jengkel)
Niki datang menghampiri.
Niki : hai. Lagi menunggu siapa?
Lia : ho? Kamu.. Niki ‘kan? (menunjuk Niki)
Niki : Ya (senyum)
Lia : Mmm... tidak sedang menunggu siapa-siapa. Kamu?
Niki : aku hanya jalan-jalan saja sambil belanja. Mm... sudah makan? (berharap Lia belum makan)
Lia : Hm, belum (senyum miris)
Niki : makan yuk! (senyum)
Lia : Yuk!
Pergi ke tempat makan di mall dan bercerita.
Niki : Mm... besok kamu ada waktu? (melihat Lia)
Lia : memangnya kenapa? (melihat Niki yang tadinya sedang serius makan)
Niki : aku ingin mengajakmu kesuatu tempat.Tempatnya lumayan bagus (senyum)
Lia : tawaran yang bagus. Okelah, nanti aku usahakan. Dimana?
Niki : ada deh.... pulang sekolah nanti kita langsung ke tempat itu.
Lia : mm... baiklah...
***
@sekolah. Pukul 9.45 am
Lena : Lia...! hei... maaf yah soal kemarin... aku benar tidak bisa datang... (berharap Lia memaafkan dan sedih)
Lia : Ah... kau ini. Aku tidak apa-apa... (senyum)
Sesil : Ia, Li. Aku juga minta maaf soal kemarin....(sedih)
Lia : Hei... kalian ini kenapa? Aku santai saja kok... (menepuk kedua pundak sahabatnya)
***
Pulang sekolah... Pukul 03.15 pm
Lena : Hei, ke mall yuk! (berkata pada Lia dan Sesil yang sedang membereskan buku setelah selesai belajar)
Sesil : Ayo...! (senang)
Lia : Mm... maaf yah... aku ada janji sebelumnya.(sedih)
Lena : dengan siapa? Atau... kau punya cowok yah? (tatapan curiga)
Lia : hei! Dia bukan siapa-siapa... (suara keras)
Sesil : kalau begitu siapa dia?
Lia : Niky....aku tidak tahu ada hal apa dia mengajakku... (bingung)
***
Niky menunggu di depan pintu gerbang sekolah.
Lia : sudah menunggu lama? (berlari menuju tempat Niky menunggu)
Niky : Tidak juga... ayo. (Melihat jam tangannya)
Mereka pergi kesuatu tempat dengan pemandangan yang indah, pantai berpasir putih, dan terlihat jelas matahari akan terbenam.
Lia : benarkah ini tempatnya? (takjub)
Niky : ya. (duduk di pasir)
Lia ikut duduk di pasir sebelah Niky.
Lia : Sangat indah....! aku sangat menyukainya!...Mm... mengapa tidak ada yang berkunjung? (melihat ke kiri dan kanan)
Niky : Yaa... ini bukan tempat wisata. Jalan kesini saja perlu beberapa tantangan. Kau lihat ‘kan tadi? (menoleh ke Lia)
Lia : Benar juga... haha! (tertawa)
Beberapa menit kemudian
Niky : sebenarnya aku sudah mengetahuimu sejak kelas 1 SMA (menoleh pada Lia)
Lia : Benarkah? Kamu tahu aku dari mana? (penasaran)
Niky : aku sering melihatmu dalam pementasan. Kamu memainkan piano begitu baik. Begitu tenang... (melihat ke matahari yang akan terbenam)
Lia : Makasih... jadi selama ini kau sering melihat aku pentas yah?
Niky : ya, setiap pementasanmu aku pasti datang. Dulunya... aku pernah berniat untuk berkenalan, tapi belum tepat saja. Sebenarnya.... aku... (menundukkan kepala)
Lia : Hm? Apa? (menerawang wajah Niky yang menunduk)
Niky : Bukan apa-apa. Sudah ingin pulang? (menoleh pada Lia)
Lia : ayo. (berdiri)
***
Beberapa hari kemudian... Lia dan Niky lebih dekat dari hari-hari sebelumnya.
@perpustakaan sekolah. Pukul 09.16 am
Sesil : Li...! (berlari menuju Lia yang membuka-buka buku)
Lia : Ssstt.... jangan berteriak... (membuka-buka buku)
Sesil : Li, aku mau bicara sama kamu... penting... please.. (memohon)
Lia : Iyaa... tunggu bentar yah (menutup buku)
@taman sekolah
Sesil : Li, aku mau minta bantuanmu... (memegang tangan Lia, berharap)
Lia : Hm? Semampu aku yah... (Senyum)
Sesil : Mmm... sebenarnya... aku suka sama... Niky.. (tersenyum malu)
Lia : Ha! Hoouu... baguslah... oh ya, kamu minta bantu apa?
Sesil : Mmm... tidak ada salahnya kan kalau aku.... nembak Niky? Aaihh... apa ini memalukan? (mengeratkan tangannya memegang tangan Lia)
Lia : Hm? Mm.. ah! Tidak... itu berarti kau berani... (tersenyum miris)
Lia dan Niky sudah saling menyukai, hanya saja belum berani menungkapkan. Tetapi Lia tidak tega kalau Sesil tahu bahwa Lia juga menyukai Niky.
***
Esok harinya Lia menemani Sesil menemui Niky
@Taman sekolah. Pukul 09.15 am
Sesil : Aduhh... aku gugup... (memegang tangan Lia erat)
Lia : tenanglah... (senyum)
Menemui Niky yang berada di Taman sekolah....
Sesil : Hai, Nik (mengangkat tangannya dan melambai)
Niky : Hai Sil. Eh! Lia? (menatap Lia)
Sesil : Nik, aku mau mengatakan sesuatu... mm... (menunduk malu, senyum)
Niky : Hm? Mau katakan apa? (penasaran)
Sesil : Akuu.... aku suka sama ka ka kamu... mm... maukah... (melihat Niky dan tersenyum)
Niky : Hm? Sil... maaf... Sepertinya aku butuh waktu untuk menjawab itu. (Melihat ke arah Lia)
Niky memotong pembicaraan Sesil dan menunda jawabannya.
Sesil : baiklah... aku akan menunggu (senyum miris)
***
Keesokan harinya, sepulang sekolah...
@taman sekolah. Pukul 15.30 pm
Niky : Li? Sendirian? (duduk disamping Lia)
Lia : Hm? Ya... (menunduk sedih)
Niky : Kemana Sesil dan Lena? Bukannya kau selalu pulang bersama mereka?
Lia : Hmm... tadinya mereka disini... hanya pulang lebih dulu (menggoyang-goyang kaki ke depan belakang)
Niky : Mm... soal kemarin... Humm... aku sebenarnya tidak menyukai Sesil (menunduk)
Lia : Jadi? Kau akan bilang seperti itu? Kenapa kau tidak katakan saja langsung (menatap Niky)
Niky : aku tidak tega kalau harus bilang tidak. Dan... aku juga tidak ingin orang yang aku sayangi sakit mendengar jika saja aku menerimanya (menatap Lia, senyum)
Lia : Jadi... kamu? (menatap Niky tajam)
Lia mengerti apa yang dimaksud oleh Niky bahwa ia menyukai Lia. Lia senang juga sedih, karena tidak ingin sahabatnya sedih. Mereka akhirnya bercanda tawa, dan tiba-tiba Sesil melihat kedekatan antara Lia dan Niky
Sesil : beginikah? Jadi selama ini kau membantuku hanya berpura-pura saja? Hah! (marah menatap Lia tajam)
Lia : Sil? Ka ka kamu... dari kapan disini? (gugup)
Sesil : Kenapa? Kau malu ketahuan bersama Niky? Hei... aku pikir kau adalah sahabatku... ternyata omong kosong! (menunjuk wajah Lia lalu pergi)
Lia : Sil! Ini bukan seperti yang kau lihat... Sesil!! (sedih menahan tangis)
Niky : Sebaiknya ia tahu daripada harus berlarut-larut (melihat Sesil sudah jauh berjalan)
Lia : Nik... aku sahabatnya... aku tidak tega harus membuatnya sakit seperti itu... (menangis)
Lia berlari dan pulang mengemudikan mobilnya, Niky sempat menahannya tetapi Lia sekuat mungkin melepasnya. Dalam perjalanan, Lia masih terus memikirkan kejadian tadi hingga ia tidak fokus ke jalanan. Tiba-tiba Lia mengambil jalur yang berlawanan dan terjadilah tabrak lari.
@Sekolah. Pukul 02.00 pm
Lena : Sil, aku dapat berita dari maminya Lia, katanya Lia kecelakaan dan dirawat di rumah sakit... (khawatir)
Sesil : aku tahu (membuka-buka buku, cuek)
Lena : pulang sekolah nanti kita jenguk Lia yah (memegang tangan Sesil)
Sesil : ada urusan apa denganku! Kau pergi saja, aku masih ada urusan (beranjak dari tempat duduknya)
Lena : Sil! Kamu kok gitu sih! Lia sahabat kita! Sudah seharusnya kita menjenguknya! (berdiri dari tempat duduknya dan membentak Sesil)
Sesil terus berjalan keluar dari kelas. Sebenarnya Sesil tidak tega berkata seperti itu, hanya saja ia masih kesal apa yang Lia perbuat padanya di taman.
@rumah sakit. Pukul 03.45 pm
Lena : Hm. Bu, boleh aku melihat Lia (sedih)
Ibu Lia : maaf, nak. Lianya tidak mau diganggu. Ibu sudah berusaha membujuknya, tetap saja tidak mau. Hm... sebaiknya Lena pulang dulu, mungkin besok-besok Lia sudah mau bertemu denganmu (senyum miris)
Lena : baiklah, bu. (menunduk sedih)
Lena tidak langsung pulang, ia menunggu sampai Lia mau bertemu dengannya. Hingga pukul 08.00 pm, Lena masih tetap menunggu di samping ruang rawat Lia. Lia menelpon Niky untuk segera kerumah sakit. Beberapak menit kemudian Niky datang.
Niky : Len, bagaimana keadaan Lia? (berlari menuju Lena, khawatir)
Lena : Sudah membaik. Hanya saja dia tidak ingin bertemu dengan kita. Aku tidak tahu sebenarnya ada apa dengan Lia (menunduk sedih)
Ibu Lia : Hmm... Nak, masih disini? (keluar dari kamar rawat Lia)
Lena : Iya bu. ibu mau kemana? (Lena berdiri seraya bertanya)
Ibu Lia : Ibu ada urusan sebentar diluar. Ibu pergi dulu yah... (pergi)
Lena dan Niky mengetuk pintu kamar rawat Lia. Dan berbicara dengan Lia dibalik pintu.
Lena : Li... Ini aku Lena... apa aku boleh masuk? Li, aku datang bersama Niky... (merapatkan kepala ke pintu)
Niky : Li... kami khawatir denganmu..
Seketika terdengar suara tangis Lia, Lena tanpa seizin Lia langsung saja membuka pintu dan masuk bersama Niky. Lena dan Niky terkejut melihat kedua tangan Lia diperban.
Lena : Liaa.... (berlari memeluk Lia, menangis)
Lia : Len... maafin aku... aku tidak tahu harus berbuat apa....(menangis)
Lena : Masih ada kita disini... jangan takut dengan keadaan ini... yah? (meyakinkan Lia)
Kedua tangan Lia patah akibat kecelakaan yang baru saja ia alami.
Lia : Len... bagaimana dengan kontes pianoku nanti... tinggal dua hari lagi... apa yang harus aku katakan pada guruku.... aku tidak ingin mengecewakannya... aku bingung, Len... (memeluk Lena erat)
Lena : Ssshht... tenanglah, Li.... aku pasti membantumu... aku jamin semua akan baik-baik saja... oke... tenanglah.. (mengelus pundak Lia agar tenang)
Setelah keadaan mulai tenang. Niky mendekat pada Lia dan meminta pada Lena untuk meninggalkan mereka berdua sebentar. Lena pun keluar dan pergi menemui guru les piano Lia, dan Niky mulai berbicara sesuatu.
Niky : Li... aku tidak tahu apa ini waktu yang tepat untuk bertanya... Hmm... benarkah kecelakaan ini terjadi karena pertengkaran kemarin (menatap Lia)
Lia : Nik, sudahlah... aku ingin minta sesuatu darimu (menunduk sedih)
Niky : Apa?
Lia : Nik... aku rasa... kau terima saja cinta Sesil. Ia sangat menyukaimu... (sulit berkata-kata karena tangisan yang begitu deras)
Niky : Li, kamu kok bilang gitu? Apa selama ini kau tidak.... menyukaiku...
Lia : Nik, aku mohon... terima saja Sesil. Sekarang, aku tidak bisa diharapkan lagi... awal kau menyukaiku karena aku pintar main piano.. apa saat ini aku bisa memegang piano lagi? Memainkan musik lagi? Dengan tangan patah sepeti ini, apakah aku bisa memainkan tiap nada? Tidak akan, Nik. Aku tidak yakin bisa memainkan musik lagi... (menangis)
Niky : Dengarkan aku.... aku tidak pernah suka pada Sesil... dan... ingatlah... Kau pemain piano, tidak akan hilang begitu saja musik dalam dirimu... aku yakin kau akan merindukan alat musik itu. (memegang punda Lia, meyakinkan)
Tiba-tiba Sesil masuk ke kamar rawat Lia. Awalnya Sesil ingin minta maaf pada Lia, tetapi ketika melihat Niky yang berada di kamar rawat Lia membuatnya berpikir dua kali untuk meminta maaf.
Lia : Sesil? Sil, maafin aku... ini tidak benar, Niky hanya menjengukku.. percayalah... (memohon dan menangis)
Sesil :Ya, aku percaya. (sedikit kesal dan tersenyum miris)
Lia menatap Niky, mengisyaratkan saatnya Niky berkata pada Sesil kalau ia menerimanya. Niky pun menuruti maksud Lia.
Niky : Sil, aku ingin mengatakan sesuatu... (memegang tangan Sesil)
Sesil : Hm? Me me mengatakan apa? (sedikit terkejut)
Niky : Aku ingin mengatakan kalau selama ini aku.... maaf, aku tidak bisa menyukaimu. aku tidak bisa membohongi diriku. Aku menyukai Lia, jangan marah pada Lia, aku yang selama ini terus mengejar-ngejarnya. (melepas tangannya yang memegang Sesil)
Lia terkejut dengan perkataan Niky, Lia tidak tahu harus berbuat apa. Ruangan menjadi hening, tetapi Sesil langsung memecahkan keheningan itu dengan senyumannya.
Sesil : Nik, aku bisa terima kalau saja kau tidak menyukaiku... kenapa kau tidak bilang saja saat aku nembak kamu?
Niky : Aku tidak tega harus membuat kamu sakit hati... maafkan aku... (menatap Sesil)
Sesil : Ah. Lupakan saja. Li, aku tidak marah padamu, sekarang masalah sudah terselesaikan (memeluk Lia)
Lena masuk ke dalam kamar rawat.
Lena : Li, aku baru saja dari tempat kursus pianomu. Katanya dia akan menggantikanmu dengan murid bimbingannya yang lain. Katanya juga semoga cepat sembuh. Selesai ‘kan? Ia pasti mengerti dengan keadaanmu, Lia. (tersenyum)
Lena sedikit risih melihat Sesil yang berada disamping Lia. Sesil mulai menjelaskan semuanya pada Lena, dan akhirnya mulai membaik kembali.
Beberapa hari kemudian, Lia sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Perban ditangan Lia sudah dibuka dan ia masih melatih tangannya untuk bergerak dengan baik kembali. Lena, Sesil, dan Niky datang berkunjung ke rumah Lia dan membawa kotak musik. Terdengar suara piano yang begitu nyaman ditelinga, Lia mulai bercucuran air mata.
Lena : Li, kami merindukan nada ini.... kau selalu memainkannya untuk kami. Apa kau akan mematikan bakatmu itu? (memegang kotak musik dan mendekat pada Lia)
Sesil : Lia... kau menangis karena kau merindukan suara piano ini. Aku tahu itu. Apa salahnya jika kau memulainya kembali... ayolah (memegang pundak Lia)
Niky juga menyemangatkan Lia. Mereka menuntun Lia menuju alat musik pianonya dan memainkannya secara perlahan. Ia mulai menangis gembira.
Lia : Teman-teman, aku bisa... aku bisa memainkannya... (memainkan alat musik piano)
Niky : Aku pikir kau tak akan pernah lepas dari alat musik ini (senyum)
Akhirnya mereka bernyanyi bersama, sedang Lia memainkan pianonya.
-the end-
Ya Allah, setelah sekian lama menunggu waktu... oh,, waktu (puitis mode on).. kini saatnya saya beraksi guys... alhamdulillah, ada waktu untuk online sekalipun harus keluar rumah, malem2 with my bro..(alias ade cowoku)hehehehe :D untuk diri muu lah my blog.. oke.. it's time launch my new collection..
sebelum dibaca,, ada cerita sendiri tentang yang atuu ini.. ini tugas kelompok yang diberikan oleh my sir.. yah, alhamdulillah kelar juga.. so. bagi temen2 yang kebetulan ada tugas buat drama kalo belum dapet inspirasinya.. mari dibaca yah.. punten.. :DD
Kelompok 3
Dwi Sulistyowati
Faisal susanti
Fitri anjar sari
Soraya putri
Vita indri febriyanti
Musik adalah kekuatanku
Naskah
@sekolah. Pukul 06.45 am
Lena melihat Lia berjalan di lorong sekolah
Lena : Lia, bentar sore kamu kursus piano kan? Denger-denger kamu bakal tampil yah? Wuaah... sukses yah... (merangkul Lia)
Lia : Makasih, Len. Oh ya, Sesil mana?
Lena : Hmm... sepertinya belum datang. (melihat ke kanan kiri)
Menuju kelas
***
Guru : Hari ini kita kedatangan murid baru. Masuklah (berdiri di depan murid)
Anak laki-laki masuk melalui pintu kelas dan memperkenalkan diri.
Niki : selamat pagi. Nama saya Niki, saya pindahan dari sekolah Nusa bakti, Bandung. (tersenyum mengarah kesemua murid)
Guru : baiklah. Duduklah di sebelah sana (menunjuk bangku sebelah Lia)
Niki : Oh. Baik (menunduk hormat pada guru)
Menuju bangku sebelah Lia. Niki mengulurkan tangan berkenalan baik dengan Lia.
Niki : Niki (senyum)
Lia : Lia (membalas senyum)
***
@Tempat kursus piano Lia. Pukul 04.11 pm
Guru : bagus Lia, kau semakin mahir memainkan piano. Kau harus terus berlatih dengan baik selama dua hari ini agar kau tampil lebih baik (memegang pundak Lia dan tersenyum)
Lia : terima kasih, bu. Saya akan berusaha semaksimal mungkin (senyum)
Dua hari kemudian. Pukul 07.15 pm
Lia melakukan pementasan di depan para tamu undangan.
***
Sesil : Wuaahh...!! kau sangat hebat, Lia! Pasti kau berlatih keras untuk ini... (merangkul Lia dengan ekspresi senang)
Lia : Hahaha! Tentu saja... aku sangat gugup! Tamu undangannya pejabat semua... (memegang dadanya yang masih berdetak cepat)
Lena : tapi kau terlihat sangat baik di atas panggung... (wajah meyakinkan)
Lia : ah, kau ini...
Berjalan keluar dari ruangan pementasan dan pulang ke rumah masing-masing.
***
@mall. Pukul 07.53 pm
Lia menelpon kedua sahabatnya.
Lia : Len, kamu dimana? aku sudah lama menunggu kalian disini (menyentakkan kaki, jengkel)
Lena : aduh, Li... aku tidak bisa datang...sekarang aku lagi dibandara jemput ibuku... maaf yah..(sedih)
Lia :ya sudah... aku telpon Sesil dulu. bye.. (menutup telpon)
Lia : Sil, kamu dimana?
Sesil : waduhh... maaf yah, Li... aku tidak bisa datang... aku lagi ada urusan penting. Eh, sudah dulu yah. Bye (menutup telpon)
Lia : Hiaahh... dimatikan! Uh... semuanya sibuk! (menggembungkan pipi, jengkel)
Niki datang menghampiri.
Niki : hai. Lagi menunggu siapa?
Lia : ho? Kamu.. Niki ‘kan? (menunjuk Niki)
Niki : Ya (senyum)
Lia : Mmm... tidak sedang menunggu siapa-siapa. Kamu?
Niki : aku hanya jalan-jalan saja sambil belanja. Mm... sudah makan? (berharap Lia belum makan)
Lia : Hm, belum (senyum miris)
Niki : makan yuk! (senyum)
Lia : Yuk!
Pergi ke tempat makan di mall dan bercerita.
Niki : Mm... besok kamu ada waktu? (melihat Lia)
Lia : memangnya kenapa? (melihat Niki yang tadinya sedang serius makan)
Niki : aku ingin mengajakmu kesuatu tempat.Tempatnya lumayan bagus (senyum)
Lia : tawaran yang bagus. Okelah, nanti aku usahakan. Dimana?
Niki : ada deh.... pulang sekolah nanti kita langsung ke tempat itu.
Lia : mm... baiklah...
***
@sekolah. Pukul 9.45 am
Lena : Lia...! hei... maaf yah soal kemarin... aku benar tidak bisa datang... (berharap Lia memaafkan dan sedih)
Lia : Ah... kau ini. Aku tidak apa-apa... (senyum)
Sesil : Ia, Li. Aku juga minta maaf soal kemarin....(sedih)
Lia : Hei... kalian ini kenapa? Aku santai saja kok... (menepuk kedua pundak sahabatnya)
***
Pulang sekolah... Pukul 03.15 pm
Lena : Hei, ke mall yuk! (berkata pada Lia dan Sesil yang sedang membereskan buku setelah selesai belajar)
Sesil : Ayo...! (senang)
Lia : Mm... maaf yah... aku ada janji sebelumnya.(sedih)
Lena : dengan siapa? Atau... kau punya cowok yah? (tatapan curiga)
Lia : hei! Dia bukan siapa-siapa... (suara keras)
Sesil : kalau begitu siapa dia?
Lia : Niky....aku tidak tahu ada hal apa dia mengajakku... (bingung)
***
Niky menunggu di depan pintu gerbang sekolah.
Lia : sudah menunggu lama? (berlari menuju tempat Niky menunggu)
Niky : Tidak juga... ayo. (Melihat jam tangannya)
Mereka pergi kesuatu tempat dengan pemandangan yang indah, pantai berpasir putih, dan terlihat jelas matahari akan terbenam.
Lia : benarkah ini tempatnya? (takjub)
Niky : ya. (duduk di pasir)
Lia ikut duduk di pasir sebelah Niky.
Lia : Sangat indah....! aku sangat menyukainya!...Mm... mengapa tidak ada yang berkunjung? (melihat ke kiri dan kanan)
Niky : Yaa... ini bukan tempat wisata. Jalan kesini saja perlu beberapa tantangan. Kau lihat ‘kan tadi? (menoleh ke Lia)
Lia : Benar juga... haha! (tertawa)
Beberapa menit kemudian
Niky : sebenarnya aku sudah mengetahuimu sejak kelas 1 SMA (menoleh pada Lia)
Lia : Benarkah? Kamu tahu aku dari mana? (penasaran)
Niky : aku sering melihatmu dalam pementasan. Kamu memainkan piano begitu baik. Begitu tenang... (melihat ke matahari yang akan terbenam)
Lia : Makasih... jadi selama ini kau sering melihat aku pentas yah?
Niky : ya, setiap pementasanmu aku pasti datang. Dulunya... aku pernah berniat untuk berkenalan, tapi belum tepat saja. Sebenarnya.... aku... (menundukkan kepala)
Lia : Hm? Apa? (menerawang wajah Niky yang menunduk)
Niky : Bukan apa-apa. Sudah ingin pulang? (menoleh pada Lia)
Lia : ayo. (berdiri)
***
Beberapa hari kemudian... Lia dan Niky lebih dekat dari hari-hari sebelumnya.
@perpustakaan sekolah. Pukul 09.16 am
Sesil : Li...! (berlari menuju Lia yang membuka-buka buku)
Lia : Ssstt.... jangan berteriak... (membuka-buka buku)
Sesil : Li, aku mau bicara sama kamu... penting... please.. (memohon)
Lia : Iyaa... tunggu bentar yah (menutup buku)
@taman sekolah
Sesil : Li, aku mau minta bantuanmu... (memegang tangan Lia, berharap)
Lia : Hm? Semampu aku yah... (Senyum)
Sesil : Mmm... sebenarnya... aku suka sama... Niky.. (tersenyum malu)
Lia : Ha! Hoouu... baguslah... oh ya, kamu minta bantu apa?
Sesil : Mmm... tidak ada salahnya kan kalau aku.... nembak Niky? Aaihh... apa ini memalukan? (mengeratkan tangannya memegang tangan Lia)
Lia : Hm? Mm.. ah! Tidak... itu berarti kau berani... (tersenyum miris)
Lia dan Niky sudah saling menyukai, hanya saja belum berani menungkapkan. Tetapi Lia tidak tega kalau Sesil tahu bahwa Lia juga menyukai Niky.
***
Esok harinya Lia menemani Sesil menemui Niky
@Taman sekolah. Pukul 09.15 am
Sesil : Aduhh... aku gugup... (memegang tangan Lia erat)
Lia : tenanglah... (senyum)
Menemui Niky yang berada di Taman sekolah....
Sesil : Hai, Nik (mengangkat tangannya dan melambai)
Niky : Hai Sil. Eh! Lia? (menatap Lia)
Sesil : Nik, aku mau mengatakan sesuatu... mm... (menunduk malu, senyum)
Niky : Hm? Mau katakan apa? (penasaran)
Sesil : Akuu.... aku suka sama ka ka kamu... mm... maukah... (melihat Niky dan tersenyum)
Niky : Hm? Sil... maaf... Sepertinya aku butuh waktu untuk menjawab itu. (Melihat ke arah Lia)
Niky memotong pembicaraan Sesil dan menunda jawabannya.
Sesil : baiklah... aku akan menunggu (senyum miris)
***
Keesokan harinya, sepulang sekolah...
@taman sekolah. Pukul 15.30 pm
Niky : Li? Sendirian? (duduk disamping Lia)
Lia : Hm? Ya... (menunduk sedih)
Niky : Kemana Sesil dan Lena? Bukannya kau selalu pulang bersama mereka?
Lia : Hmm... tadinya mereka disini... hanya pulang lebih dulu (menggoyang-goyang kaki ke depan belakang)
Niky : Mm... soal kemarin... Humm... aku sebenarnya tidak menyukai Sesil (menunduk)
Lia : Jadi? Kau akan bilang seperti itu? Kenapa kau tidak katakan saja langsung (menatap Niky)
Niky : aku tidak tega kalau harus bilang tidak. Dan... aku juga tidak ingin orang yang aku sayangi sakit mendengar jika saja aku menerimanya (menatap Lia, senyum)
Lia : Jadi... kamu? (menatap Niky tajam)
Lia mengerti apa yang dimaksud oleh Niky bahwa ia menyukai Lia. Lia senang juga sedih, karena tidak ingin sahabatnya sedih. Mereka akhirnya bercanda tawa, dan tiba-tiba Sesil melihat kedekatan antara Lia dan Niky
Sesil : beginikah? Jadi selama ini kau membantuku hanya berpura-pura saja? Hah! (marah menatap Lia tajam)
Lia : Sil? Ka ka kamu... dari kapan disini? (gugup)
Sesil : Kenapa? Kau malu ketahuan bersama Niky? Hei... aku pikir kau adalah sahabatku... ternyata omong kosong! (menunjuk wajah Lia lalu pergi)
Lia : Sil! Ini bukan seperti yang kau lihat... Sesil!! (sedih menahan tangis)
Niky : Sebaiknya ia tahu daripada harus berlarut-larut (melihat Sesil sudah jauh berjalan)
Lia : Nik... aku sahabatnya... aku tidak tega harus membuatnya sakit seperti itu... (menangis)
Lia berlari dan pulang mengemudikan mobilnya, Niky sempat menahannya tetapi Lia sekuat mungkin melepasnya. Dalam perjalanan, Lia masih terus memikirkan kejadian tadi hingga ia tidak fokus ke jalanan. Tiba-tiba Lia mengambil jalur yang berlawanan dan terjadilah tabrak lari.
@Sekolah. Pukul 02.00 pm
Lena : Sil, aku dapat berita dari maminya Lia, katanya Lia kecelakaan dan dirawat di rumah sakit... (khawatir)
Sesil : aku tahu (membuka-buka buku, cuek)
Lena : pulang sekolah nanti kita jenguk Lia yah (memegang tangan Sesil)
Sesil : ada urusan apa denganku! Kau pergi saja, aku masih ada urusan (beranjak dari tempat duduknya)
Lena : Sil! Kamu kok gitu sih! Lia sahabat kita! Sudah seharusnya kita menjenguknya! (berdiri dari tempat duduknya dan membentak Sesil)
Sesil terus berjalan keluar dari kelas. Sebenarnya Sesil tidak tega berkata seperti itu, hanya saja ia masih kesal apa yang Lia perbuat padanya di taman.
@rumah sakit. Pukul 03.45 pm
Lena : Hm. Bu, boleh aku melihat Lia (sedih)
Ibu Lia : maaf, nak. Lianya tidak mau diganggu. Ibu sudah berusaha membujuknya, tetap saja tidak mau. Hm... sebaiknya Lena pulang dulu, mungkin besok-besok Lia sudah mau bertemu denganmu (senyum miris)
Lena : baiklah, bu. (menunduk sedih)
Lena tidak langsung pulang, ia menunggu sampai Lia mau bertemu dengannya. Hingga pukul 08.00 pm, Lena masih tetap menunggu di samping ruang rawat Lia. Lia menelpon Niky untuk segera kerumah sakit. Beberapak menit kemudian Niky datang.
Niky : Len, bagaimana keadaan Lia? (berlari menuju Lena, khawatir)
Lena : Sudah membaik. Hanya saja dia tidak ingin bertemu dengan kita. Aku tidak tahu sebenarnya ada apa dengan Lia (menunduk sedih)
Ibu Lia : Hmm... Nak, masih disini? (keluar dari kamar rawat Lia)
Lena : Iya bu. ibu mau kemana? (Lena berdiri seraya bertanya)
Ibu Lia : Ibu ada urusan sebentar diluar. Ibu pergi dulu yah... (pergi)
Lena dan Niky mengetuk pintu kamar rawat Lia. Dan berbicara dengan Lia dibalik pintu.
Lena : Li... Ini aku Lena... apa aku boleh masuk? Li, aku datang bersama Niky... (merapatkan kepala ke pintu)
Niky : Li... kami khawatir denganmu..
Seketika terdengar suara tangis Lia, Lena tanpa seizin Lia langsung saja membuka pintu dan masuk bersama Niky. Lena dan Niky terkejut melihat kedua tangan Lia diperban.
Lena : Liaa.... (berlari memeluk Lia, menangis)
Lia : Len... maafin aku... aku tidak tahu harus berbuat apa....(menangis)
Lena : Masih ada kita disini... jangan takut dengan keadaan ini... yah? (meyakinkan Lia)
Kedua tangan Lia patah akibat kecelakaan yang baru saja ia alami.
Lia : Len... bagaimana dengan kontes pianoku nanti... tinggal dua hari lagi... apa yang harus aku katakan pada guruku.... aku tidak ingin mengecewakannya... aku bingung, Len... (memeluk Lena erat)
Lena : Ssshht... tenanglah, Li.... aku pasti membantumu... aku jamin semua akan baik-baik saja... oke... tenanglah.. (mengelus pundak Lia agar tenang)
Setelah keadaan mulai tenang. Niky mendekat pada Lia dan meminta pada Lena untuk meninggalkan mereka berdua sebentar. Lena pun keluar dan pergi menemui guru les piano Lia, dan Niky mulai berbicara sesuatu.
Niky : Li... aku tidak tahu apa ini waktu yang tepat untuk bertanya... Hmm... benarkah kecelakaan ini terjadi karena pertengkaran kemarin (menatap Lia)
Lia : Nik, sudahlah... aku ingin minta sesuatu darimu (menunduk sedih)
Niky : Apa?
Lia : Nik... aku rasa... kau terima saja cinta Sesil. Ia sangat menyukaimu... (sulit berkata-kata karena tangisan yang begitu deras)
Niky : Li, kamu kok bilang gitu? Apa selama ini kau tidak.... menyukaiku...
Lia : Nik, aku mohon... terima saja Sesil. Sekarang, aku tidak bisa diharapkan lagi... awal kau menyukaiku karena aku pintar main piano.. apa saat ini aku bisa memegang piano lagi? Memainkan musik lagi? Dengan tangan patah sepeti ini, apakah aku bisa memainkan tiap nada? Tidak akan, Nik. Aku tidak yakin bisa memainkan musik lagi... (menangis)
Niky : Dengarkan aku.... aku tidak pernah suka pada Sesil... dan... ingatlah... Kau pemain piano, tidak akan hilang begitu saja musik dalam dirimu... aku yakin kau akan merindukan alat musik itu. (memegang punda Lia, meyakinkan)
Tiba-tiba Sesil masuk ke kamar rawat Lia. Awalnya Sesil ingin minta maaf pada Lia, tetapi ketika melihat Niky yang berada di kamar rawat Lia membuatnya berpikir dua kali untuk meminta maaf.
Lia : Sesil? Sil, maafin aku... ini tidak benar, Niky hanya menjengukku.. percayalah... (memohon dan menangis)
Sesil :Ya, aku percaya. (sedikit kesal dan tersenyum miris)
Lia menatap Niky, mengisyaratkan saatnya Niky berkata pada Sesil kalau ia menerimanya. Niky pun menuruti maksud Lia.
Niky : Sil, aku ingin mengatakan sesuatu... (memegang tangan Sesil)
Sesil : Hm? Me me mengatakan apa? (sedikit terkejut)
Niky : Aku ingin mengatakan kalau selama ini aku.... maaf, aku tidak bisa menyukaimu. aku tidak bisa membohongi diriku. Aku menyukai Lia, jangan marah pada Lia, aku yang selama ini terus mengejar-ngejarnya. (melepas tangannya yang memegang Sesil)
Lia terkejut dengan perkataan Niky, Lia tidak tahu harus berbuat apa. Ruangan menjadi hening, tetapi Sesil langsung memecahkan keheningan itu dengan senyumannya.
Sesil : Nik, aku bisa terima kalau saja kau tidak menyukaiku... kenapa kau tidak bilang saja saat aku nembak kamu?
Niky : Aku tidak tega harus membuat kamu sakit hati... maafkan aku... (menatap Sesil)
Sesil : Ah. Lupakan saja. Li, aku tidak marah padamu, sekarang masalah sudah terselesaikan (memeluk Lia)
Lena masuk ke dalam kamar rawat.
Lena : Li, aku baru saja dari tempat kursus pianomu. Katanya dia akan menggantikanmu dengan murid bimbingannya yang lain. Katanya juga semoga cepat sembuh. Selesai ‘kan? Ia pasti mengerti dengan keadaanmu, Lia. (tersenyum)
Lena sedikit risih melihat Sesil yang berada disamping Lia. Sesil mulai menjelaskan semuanya pada Lena, dan akhirnya mulai membaik kembali.
Beberapa hari kemudian, Lia sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Perban ditangan Lia sudah dibuka dan ia masih melatih tangannya untuk bergerak dengan baik kembali. Lena, Sesil, dan Niky datang berkunjung ke rumah Lia dan membawa kotak musik. Terdengar suara piano yang begitu nyaman ditelinga, Lia mulai bercucuran air mata.
Lena : Li, kami merindukan nada ini.... kau selalu memainkannya untuk kami. Apa kau akan mematikan bakatmu itu? (memegang kotak musik dan mendekat pada Lia)
Sesil : Lia... kau menangis karena kau merindukan suara piano ini. Aku tahu itu. Apa salahnya jika kau memulainya kembali... ayolah (memegang pundak Lia)
Niky juga menyemangatkan Lia. Mereka menuntun Lia menuju alat musik pianonya dan memainkannya secara perlahan. Ia mulai menangis gembira.
Lia : Teman-teman, aku bisa... aku bisa memainkannya... (memainkan alat musik piano)
Niky : Aku pikir kau tak akan pernah lepas dari alat musik ini (senyum)
Akhirnya mereka bernyanyi bersama, sedang Lia memainkan pianonya.
-the end-
Kamis, 03 Februari 2011
ada yang ga suka mam pisang...?? duh, mulai sekarang harus banyag2 nih mam buah kuning yang imut inih.. apalagi untuk temen2 remajaku.. okeyy.. mau tau apa khasiatnya? check this out..
Pisang memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Selain mengandung fructooligosaccharides (FOS) yang mampu menurunkan kolesterol dan menurunkan risiko penyakit jantung, pisang juga mengandung nutrisi penghilang stres.
Seperti dikutip dari laman Genius Beauty, zat mino triptofan yang terkandung dalam pisang mampu meningkatkan produksi serotonin atau dikenal sebagai 'hormon bahagia'. Peningkatan hormon ini jelas ampuh memperbaiki mood dan menstabilkan emosi.
Pisang juga mengandung vitamin B yang membantu mengontrol sistem saraf. Oleh karenanya, selain menimbulkan rasa bahagia, konsumsi pisang juga membuat tubuh terasa lebih relaks.
Sementara itu, kandungan kalium dalam pisang efektif menstabilkan detak jantung sehingga suplai oksigen ke otak pun lancar. Ini penting, karena umumnya detak jantung menjadi tak beraturan saat stres mendera.
Itulah mengapa pisang dianjurkan sebagai camilan pencegah depresi. Konsumsi pisang efektif melindungi tubuh dari stres berlebih. Jadi, jangan ragu untuk mengkonsumsi buah ini setiap hari.
Baca juga: Menjadi Kakek di Usia 29 Tahun
Seperti dikutip dari laman Genius Beauty, zat mino triptofan yang terkandung dalam pisang mampu meningkatkan produksi serotonin atau dikenal sebagai 'hormon bahagia'. Peningkatan hormon ini jelas ampuh memperbaiki mood dan menstabilkan emosi.
Pisang juga mengandung vitamin B yang membantu mengontrol sistem saraf. Oleh karenanya, selain menimbulkan rasa bahagia, konsumsi pisang juga membuat tubuh terasa lebih relaks.
Sementara itu, kandungan kalium dalam pisang efektif menstabilkan detak jantung sehingga suplai oksigen ke otak pun lancar. Ini penting, karena umumnya detak jantung menjadi tak beraturan saat stres mendera.
Itulah mengapa pisang dianjurkan sebagai camilan pencegah depresi. Konsumsi pisang efektif melindungi tubuh dari stres berlebih. Jadi, jangan ragu untuk mengkonsumsi buah ini setiap hari.
Baca juga: Menjadi Kakek di Usia 29 Tahun
Kamis, 27 Januari 2011
duh cewek cantik waspadai inii.. ;)
Menghilangkan Noda Hitam Bawah Mata
Ketika harus tampil cantik, memiliki lingkaran hitam di bawah mata memang sangat mengganggu. Berbagai macam cara dilakukan untuk sekedar menghilangkan noda hitam yang membandel itu.
Tak jarang juga banyak yang beralih ke aneka kosmetik yang sebenarnya memiliki efek negatif. Lingkaran hitam di bawah kelopak mata disebabkan oleh beberapa macam faktor, seperti kurang tidur, kelelahan atau penat dengan pekerjaan yang menumpuk yang berakibat menimbulkan stres, begitu pula bila terserang penyakit serta kekurangan nutrisi dan pola diet yang terlalu ketat.
Untuk menghilangkan noda tersebut sebaiknya jangan terbuai dengan janji-janji iklan kosmetik. Ingatlah sebagai indera penglihat, mata memiliki syaraf yang sangat sensitif. Lebih baik gunakan produk-produk alami yang terbebas dari bahan kimia.
Berikut beberapa bahan alami yang dapat mengurangi bayangan hitam di bawah kelopak mata, seperti yang dikutip dari her health and beauty dalam situs resminya:
Timun
Bersihkan dahulu wajah Anda dari polesan make up apapun bentuknya. Kemudian berbaringlah dan letakkan potongan timun yang telah terlebih dahulu didinginkan ke area sekitar kelopak mata. Setelah itu rilekslah beberapa saat sambil menggosokkan potongan timun dengan lembut. 15 menit kemudian bilaslah dan rasakan kesegaran alami yang timbul akibat efek timun tersebut. Kelembaban natural yang berasal dari timun bertindak sebagai penyembuh penyakit atau sebagai obat penguat. Timun memang memberikan pengaruh yang sangat baik bagi kesehatan, tak hanya untuk mengurangi lingkaran hitam atau noda lebam di mata, tapi juga dapat menghaluskan kulit wajah.
Es Batu
Jika Anda berada di bawah terik matahari dalam waktu yang cukup lama, mata Anda akan bekerja lebih ekstra dari biasanya sehingga membuat bayangan-bayangan hitam di bawah mata tampak lebih jelas. Selain akibat sinar ultraviolet, debu dan polusi juga dapat mengakibatkan iritasi pada mata. Coba saja diatasi dengan cara membersihkan wajah kemudian letakkan es batu sesuai ukuran mata yang telah dibungkus oleh kain tipis di mata. Rileks dan gosok-gosoklah dengan lembut. Manfaat dari terapi ini untuk menghilangkan noda mata akibat terbakar sinar matahari.
Labu Hijau
Sebagai pengganti timun, Anda juga dapat menggunakan labu hijau untuk mengurangi lingkaran hitam di bawah kelopak mata. Jus labu hijau ini juga diyakini dapat memberikan manfaat untuk menghaluskan serta mencerahkan kulit wajah. Lakukan secara rutin dan Anda akan terbebas dari bayang-bayang hitam tersebut.
Selain tips-tips yang telah dijabarkan di atas, ada pula penuntun umum untuk atasi bayangan hitam di bawah kelopak mata, seperti berikut ini:
* Tidurlah cukup waktu, usahakan untuk tidur lebih awal dari biasanya.
* Gunakan sunscreen setiap hari untuk memberikan kelembaban alami.
* Minum air putih yang banyak untuk atasi kulit kering.
* Biasakan untuk mengkompres mata dengan air dingin.
* Mengkonsumsi buah-buahan serta sayur mayur. Kekurangan zat besi ini merupakan salah satu penyebab noda hitam di bawah kelopak mata.
(idionline/dtkhealth)
Ketika harus tampil cantik, memiliki lingkaran hitam di bawah mata memang sangat mengganggu. Berbagai macam cara dilakukan untuk sekedar menghilangkan noda hitam yang membandel itu.
Tak jarang juga banyak yang beralih ke aneka kosmetik yang sebenarnya memiliki efek negatif. Lingkaran hitam di bawah kelopak mata disebabkan oleh beberapa macam faktor, seperti kurang tidur, kelelahan atau penat dengan pekerjaan yang menumpuk yang berakibat menimbulkan stres, begitu pula bila terserang penyakit serta kekurangan nutrisi dan pola diet yang terlalu ketat.
Untuk menghilangkan noda tersebut sebaiknya jangan terbuai dengan janji-janji iklan kosmetik. Ingatlah sebagai indera penglihat, mata memiliki syaraf yang sangat sensitif. Lebih baik gunakan produk-produk alami yang terbebas dari bahan kimia.
Berikut beberapa bahan alami yang dapat mengurangi bayangan hitam di bawah kelopak mata, seperti yang dikutip dari her health and beauty dalam situs resminya:
Timun
Bersihkan dahulu wajah Anda dari polesan make up apapun bentuknya. Kemudian berbaringlah dan letakkan potongan timun yang telah terlebih dahulu didinginkan ke area sekitar kelopak mata. Setelah itu rilekslah beberapa saat sambil menggosokkan potongan timun dengan lembut. 15 menit kemudian bilaslah dan rasakan kesegaran alami yang timbul akibat efek timun tersebut. Kelembaban natural yang berasal dari timun bertindak sebagai penyembuh penyakit atau sebagai obat penguat. Timun memang memberikan pengaruh yang sangat baik bagi kesehatan, tak hanya untuk mengurangi lingkaran hitam atau noda lebam di mata, tapi juga dapat menghaluskan kulit wajah.
Es Batu
Jika Anda berada di bawah terik matahari dalam waktu yang cukup lama, mata Anda akan bekerja lebih ekstra dari biasanya sehingga membuat bayangan-bayangan hitam di bawah mata tampak lebih jelas. Selain akibat sinar ultraviolet, debu dan polusi juga dapat mengakibatkan iritasi pada mata. Coba saja diatasi dengan cara membersihkan wajah kemudian letakkan es batu sesuai ukuran mata yang telah dibungkus oleh kain tipis di mata. Rileks dan gosok-gosoklah dengan lembut. Manfaat dari terapi ini untuk menghilangkan noda mata akibat terbakar sinar matahari.
Labu Hijau
Sebagai pengganti timun, Anda juga dapat menggunakan labu hijau untuk mengurangi lingkaran hitam di bawah kelopak mata. Jus labu hijau ini juga diyakini dapat memberikan manfaat untuk menghaluskan serta mencerahkan kulit wajah. Lakukan secara rutin dan Anda akan terbebas dari bayang-bayang hitam tersebut.
Selain tips-tips yang telah dijabarkan di atas, ada pula penuntun umum untuk atasi bayangan hitam di bawah kelopak mata, seperti berikut ini:
* Tidurlah cukup waktu, usahakan untuk tidur lebih awal dari biasanya.
* Gunakan sunscreen setiap hari untuk memberikan kelembaban alami.
* Minum air putih yang banyak untuk atasi kulit kering.
* Biasakan untuk mengkompres mata dengan air dingin.
* Mengkonsumsi buah-buahan serta sayur mayur. Kekurangan zat besi ini merupakan salah satu penyebab noda hitam di bawah kelopak mata.
(idionline/dtkhealth)
Rabu, 26 Januari 2011
subhanaallah, syair yang menyentuh Qalbu...:')
CINTA-NYA, CAHAYA YANG MENERANGI
Hati yang tercerahkan oleh cahaya cinta,
lebih berharga daripada semua kilau permata di dunia.
Tak ada penyembuh yang lebih baik daripada kehadiran orang yang dikasihi
bila seorang pecinta sakit .
Dan tak seorang pun dapat mempercayai suatu perlindungan,
betapa pun besarnya,
kecuali perlindungan yang diberikan oleh cinta.
Semua ‘kekuatan ajaib’ ada dan tercipta karena dorongan cinta.
Betapa seorang induk ayam akan bertarung mati-matian dengan musang
demi mempertahankan kelangsungan hidup anaknya.
Betapa ruang waktupun takluk dalam genggaman cinta.
Pernahkah kau rasakan ketika kekasih berada disisi?
Satu hari berpisah dalam cinta, sama dengan seribu tahun.
Dan seribu tahun bersama kekasih terasa hanya sehari.
Perjalanan ribuan kaki terasa hanya beberapa kaki,
dan beberapa kaki terasa ribuan kaki tanpa kehadiran-Nya..
Dalam kesadaran cinta,
bentuk cinta yang paling hakiki adalah cinta kepada-Nya,
sebagai bentuk total penyerahan diri terhadap Sang Penggenggam Hidup.
Sedang cinta pada insan dan alam semesta
menciptakan keadaan surgawi, apabila berlandaskan cinta ;
menjadi kabut duniawi bila menjelma hasrat nafsu.
Aku tak pernah tahu seberapa kerasnya hati ini,
apakah sekeras baja .. ?
Bila ya, maka aku akan mengharap api cinta melelehkannya,
hingga ku dapat membentuk dan menjadikannya kembali dingin.
Bila hatiku selembut lilin
yang mudah meleleh ketika tersentuh api
maka kuyakin dengan sumbu yang ideal,
maka kudapat mempertahankan nyalanya hingga habis terbakar..
Ataukah hatiku seperti kertas?
Menyala dengan cepat lalu menjadi asap sekejap.
Dalam keheningan ini, kuingin kau tahu bahwa cinta-Nya pada kita
laksana bara api yang saling terkait,
yang terangnya adalah cahaya atas cahaya.
Bila api cinta ini menyala,
maka Sang Terkasih akan menerangi jalan
dan kegelapanpun lenyap.
Mungkinkah kita dapat mempertahankan api cinta kita,
untuk tetap menyatu dalam cahaya keterpisahan-Nya?
Kala jiwa terbangun dalam keterjagaan malam, pernahkah jiwa bertanya : “Mengapa tiba-tiba hati ini selembut kapas?!”….
”Sihir macam apakah yang melemahkan kemudaan dari bahu
dan mematahkannya hingga hancur berkeping-keping?!”…
Tolaklah kenyataan ini, maka retaklah cermin itu,
bukankah merupakan kesia-siaan belaka,
seumpama wajah rupawan berkaca pada cermin yang retak ?
Dan bagiku jiwa yang resah,
dapatkah jiwa memandang diri sebelum memandang orang lain?
..dan dapatkah kau bangkit dari kematianmu
sebelum kau menuju pada kematian yang sesungguhnya?!”…...
Rahasia setiap pencapaian dalam setiap agama dan mistisme
adalah cinta.
Konon tanpa cinta
sang pencari akan menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam jalur ini,
dan akan selalu gagal untuk memusatkan pikiran mereka pada satu kesadaran.
Laksana “mata ketiga”,
pesan telepati yang disampaikan kepada kekasih
menghadirkan bunga-bunga imajinasi,
pikiran,
mimpi dan visi seorang pecinta,
semuanya mengungkapkan segala sesuatu tentang Dia yang dicintainya.
Tetapi cinta memaksa pecinta,
menahan visi tentang kekasihnya di depan pandangan-Nya
yang tertutup oleh pandangannya.
Cintanya sendiri adalah cermin pemantul
bagi bayang yang bercerita tentang diri,
orang lain serta lingkungan yang dikasihinya.
Dan aku menyadari
tiada daya yang lebih besar daripada cinta.
Semua kekuatan muncul ketika cinta bangkit di dalam hati.
Andai mereka tahu bahwa rahasia semua itu berada di dalam cinta!
Hati yang tercerahkan oleh cahaya cinta,
lebih berharga daripada semua kilau permata di dunia.
Tak ada penyembuh yang lebih baik daripada kehadiran orang yang dikasihi
bila seorang pecinta sakit .
Dan tak seorang pun dapat mempercayai suatu perlindungan,
betapa pun besarnya,
kecuali perlindungan yang diberikan oleh cinta.
Semua ‘kekuatan ajaib’ ada dan tercipta karena dorongan cinta.
Betapa seorang induk ayam akan bertarung mati-matian dengan musang
demi mempertahankan kelangsungan hidup anaknya.
Betapa ruang waktupun takluk dalam genggaman cinta.
Pernahkah kau rasakan ketika kekasih berada disisi?
Satu hari berpisah dalam cinta, sama dengan seribu tahun.
Dan seribu tahun bersama kekasih terasa hanya sehari.
Perjalanan ribuan kaki terasa hanya beberapa kaki,
dan beberapa kaki terasa ribuan kaki tanpa kehadiran-Nya..
Dalam kesadaran cinta,
bentuk cinta yang paling hakiki adalah cinta kepada-Nya,
sebagai bentuk total penyerahan diri terhadap Sang Penggenggam Hidup.
Sedang cinta pada insan dan alam semesta
menciptakan keadaan surgawi, apabila berlandaskan cinta ;
menjadi kabut duniawi bila menjelma hasrat nafsu.
Aku tak pernah tahu seberapa kerasnya hati ini,
apakah sekeras baja .. ?
Bila ya, maka aku akan mengharap api cinta melelehkannya,
hingga ku dapat membentuk dan menjadikannya kembali dingin.
Bila hatiku selembut lilin
yang mudah meleleh ketika tersentuh api
maka kuyakin dengan sumbu yang ideal,
maka kudapat mempertahankan nyalanya hingga habis terbakar..
Ataukah hatiku seperti kertas?
Menyala dengan cepat lalu menjadi asap sekejap.
Dalam keheningan ini, kuingin kau tahu bahwa cinta-Nya pada kita
laksana bara api yang saling terkait,
yang terangnya adalah cahaya atas cahaya.
Bila api cinta ini menyala,
maka Sang Terkasih akan menerangi jalan
dan kegelapanpun lenyap.
Mungkinkah kita dapat mempertahankan api cinta kita,
untuk tetap menyatu dalam cahaya keterpisahan-Nya?
Kala jiwa terbangun dalam keterjagaan malam, pernahkah jiwa bertanya : “Mengapa tiba-tiba hati ini selembut kapas?!”….
”Sihir macam apakah yang melemahkan kemudaan dari bahu
dan mematahkannya hingga hancur berkeping-keping?!”…
Tolaklah kenyataan ini, maka retaklah cermin itu,
bukankah merupakan kesia-siaan belaka,
seumpama wajah rupawan berkaca pada cermin yang retak ?
Dan bagiku jiwa yang resah,
dapatkah jiwa memandang diri sebelum memandang orang lain?
..dan dapatkah kau bangkit dari kematianmu
sebelum kau menuju pada kematian yang sesungguhnya?!”…...
Rahasia setiap pencapaian dalam setiap agama dan mistisme
adalah cinta.
Konon tanpa cinta
sang pencari akan menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam jalur ini,
dan akan selalu gagal untuk memusatkan pikiran mereka pada satu kesadaran.
Laksana “mata ketiga”,
pesan telepati yang disampaikan kepada kekasih
menghadirkan bunga-bunga imajinasi,
pikiran,
mimpi dan visi seorang pecinta,
semuanya mengungkapkan segala sesuatu tentang Dia yang dicintainya.
Tetapi cinta memaksa pecinta,
menahan visi tentang kekasihnya di depan pandangan-Nya
yang tertutup oleh pandangannya.
Cintanya sendiri adalah cermin pemantul
bagi bayang yang bercerita tentang diri,
orang lain serta lingkungan yang dikasihinya.
Dan aku menyadari
tiada daya yang lebih besar daripada cinta.
Semua kekuatan muncul ketika cinta bangkit di dalam hati.
Andai mereka tahu bahwa rahasia semua itu berada di dalam cinta!
Selasa, 25 Januari 2011
ga ada kerjaan, sekalian bikin tugas mading... jadinya ini deh hasilnya... hehehehe :Dpunten ^^
PERMATA BIRUKU
Sejuk nian hembusan angin
Menerpaku bagai tersapu dingin
Alam yang indah nian kuidamkan
Nusantaraku raja kepulauan
Nelayan bagai mendapat mutiara
Mereka tersenyum sumringah
Bukti dari kakayaan melimpah ruah
Lautku begitu ramah dan bersahaja
Hendak kemana lagi engkau kan pergi
Disini ada, disini tersedia
Apa lagi yang kau cari
Disini penuh menumpuk, disini begitu sejahtera
Kejauhan tampak indah kebiru-biruan
Dekat terlihat berbagai biota cantik
Lekat-lekat terasa penuh ketenangan
Sungguh ciptaan Tuhan begitu apik
Sejuk nian hembusan angin
Menerpaku bagai tersapu dingin
Alam yang indah nian kuidamkan
Nusantaraku raja kepulauan
Nelayan bagai mendapat mutiara
Mereka tersenyum sumringah
Bukti dari kakayaan melimpah ruah
Lautku begitu ramah dan bersahaja
Hendak kemana lagi engkau kan pergi
Disini ada, disini tersedia
Apa lagi yang kau cari
Disini penuh menumpuk, disini begitu sejahtera
Kejauhan tampak indah kebiru-biruan
Dekat terlihat berbagai biota cantik
Lekat-lekat terasa penuh ketenangan
Sungguh ciptaan Tuhan begitu apik
Blog Archive
chukkae kawan..
chukkae ..
makasi-makasi udah mau datang ke sini..
mari membaca, membaca itu ibadah, membaca itu pintu kemana saja,,, :D
makasi-makasi udah mau datang ke sini..
mari membaca, membaca itu ibadah, membaca itu pintu kemana saja,,, :D
Diberdayakan oleh Blogger.
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
apa aja bolehhh..hahha :D
pinkky..wehehe
kawan blog
tentang vydza*
- Vita Indri Febriani
- Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia
- call me vita, vydza, pipit, piput, 'V' or you can make the other name for me. gomawo, arigatou, thanks :). like to imagine whatever that i love. still little lazy do something while it is seldom doing,hahaha :D. l love very much writing, wanna be a writer novel, poem, or all(hahahaha kidding me :P). uhm,, give me a comments to correct my skill in here yayayaya :D. nice to meet you all.
Facebook Badge
Copyright (c) 2010 Ala-AllC'muaEbotMe*Vydza. Design by WPThemes Expert
Blogger Templates, Grocery Coupons and Daily Fantasy Sports.
