Assalamualaikum Warohmatullahi wabarokatuh..
Ya Allah, setelah sekian lama menunggu waktu... oh,, waktu (puitis mode on).. kini saatnya saya beraksi guys... alhamdulillah, ada waktu untuk online sekalipun harus keluar rumah, malem2 with my bro..(alias ade cowoku)hehehehe :D untuk diri muu lah my blog.. oke.. it's time launch my new collection..
sebelum dibaca,, ada cerita sendiri tentang yang atuu ini.. ini tugas kelompok yang diberikan oleh my sir.. yah, alhamdulillah kelar juga.. so. bagi temen2 yang kebetulan ada tugas buat drama kalo belum dapet inspirasinya.. mari dibaca yah.. punten.. :DD
Kelompok 3
Dwi Sulistyowati
Faisal susanti
Fitri anjar sari
Soraya putri
Vita indri febriyanti
Musik adalah kekuatanku
Naskah
@sekolah. Pukul 06.45 am
Lena melihat Lia berjalan di lorong sekolah
Lena : Lia, bentar sore kamu kursus piano kan? Denger-denger kamu bakal tampil yah? Wuaah... sukses yah... (merangkul Lia)
Lia : Makasih, Len. Oh ya, Sesil mana?
Lena : Hmm... sepertinya belum datang. (melihat ke kanan kiri)
Menuju kelas
***
Guru : Hari ini kita kedatangan murid baru. Masuklah (berdiri di depan murid)
Anak laki-laki masuk melalui pintu kelas dan memperkenalkan diri.
Niki : selamat pagi. Nama saya Niki, saya pindahan dari sekolah Nusa bakti, Bandung. (tersenyum mengarah kesemua murid)
Guru : baiklah. Duduklah di sebelah sana (menunjuk bangku sebelah Lia)
Niki : Oh. Baik (menunduk hormat pada guru)
Menuju bangku sebelah Lia. Niki mengulurkan tangan berkenalan baik dengan Lia.
Niki : Niki (senyum)
Lia : Lia (membalas senyum)
***
@Tempat kursus piano Lia. Pukul 04.11 pm
Guru : bagus Lia, kau semakin mahir memainkan piano. Kau harus terus berlatih dengan baik selama dua hari ini agar kau tampil lebih baik (memegang pundak Lia dan tersenyum)
Lia : terima kasih, bu. Saya akan berusaha semaksimal mungkin (senyum)
Dua hari kemudian. Pukul 07.15 pm
Lia melakukan pementasan di depan para tamu undangan.
***
Sesil : Wuaahh...!! kau sangat hebat, Lia! Pasti kau berlatih keras untuk ini... (merangkul Lia dengan ekspresi senang)
Lia : Hahaha! Tentu saja... aku sangat gugup! Tamu undangannya pejabat semua... (memegang dadanya yang masih berdetak cepat)
Lena : tapi kau terlihat sangat baik di atas panggung... (wajah meyakinkan)
Lia : ah, kau ini...
Berjalan keluar dari ruangan pementasan dan pulang ke rumah masing-masing.
***
@mall. Pukul 07.53 pm
Lia menelpon kedua sahabatnya.
Lia : Len, kamu dimana? aku sudah lama menunggu kalian disini (menyentakkan kaki, jengkel)
Lena : aduh, Li... aku tidak bisa datang...sekarang aku lagi dibandara jemput ibuku... maaf yah..(sedih)
Lia :ya sudah... aku telpon Sesil dulu. bye.. (menutup telpon)
Lia : Sil, kamu dimana?
Sesil : waduhh... maaf yah, Li... aku tidak bisa datang... aku lagi ada urusan penting. Eh, sudah dulu yah. Bye (menutup telpon)
Lia : Hiaahh... dimatikan! Uh... semuanya sibuk! (menggembungkan pipi, jengkel)
Niki datang menghampiri.
Niki : hai. Lagi menunggu siapa?
Lia : ho? Kamu.. Niki ‘kan? (menunjuk Niki)
Niki : Ya (senyum)
Lia : Mmm... tidak sedang menunggu siapa-siapa. Kamu?
Niki : aku hanya jalan-jalan saja sambil belanja. Mm... sudah makan? (berharap Lia belum makan)
Lia : Hm, belum (senyum miris)
Niki : makan yuk! (senyum)
Lia : Yuk!
Pergi ke tempat makan di mall dan bercerita.
Niki : Mm... besok kamu ada waktu? (melihat Lia)
Lia : memangnya kenapa? (melihat Niki yang tadinya sedang serius makan)
Niki : aku ingin mengajakmu kesuatu tempat.Tempatnya lumayan bagus (senyum)
Lia : tawaran yang bagus. Okelah, nanti aku usahakan. Dimana?
Niki : ada deh.... pulang sekolah nanti kita langsung ke tempat itu.
Lia : mm... baiklah...
***
@sekolah. Pukul 9.45 am
Lena : Lia...! hei... maaf yah soal kemarin... aku benar tidak bisa datang... (berharap Lia memaafkan dan sedih)
Lia : Ah... kau ini. Aku tidak apa-apa... (senyum)
Sesil : Ia, Li. Aku juga minta maaf soal kemarin....(sedih)
Lia : Hei... kalian ini kenapa? Aku santai saja kok... (menepuk kedua pundak sahabatnya)
***
Pulang sekolah... Pukul 03.15 pm
Lena : Hei, ke mall yuk! (berkata pada Lia dan Sesil yang sedang membereskan buku setelah selesai belajar)
Sesil : Ayo...! (senang)
Lia : Mm... maaf yah... aku ada janji sebelumnya.(sedih)
Lena : dengan siapa? Atau... kau punya cowok yah? (tatapan curiga)
Lia : hei! Dia bukan siapa-siapa... (suara keras)
Sesil : kalau begitu siapa dia?
Lia : Niky....aku tidak tahu ada hal apa dia mengajakku... (bingung)
***
Niky menunggu di depan pintu gerbang sekolah.
Lia : sudah menunggu lama? (berlari menuju tempat Niky menunggu)
Niky : Tidak juga... ayo. (Melihat jam tangannya)
Mereka pergi kesuatu tempat dengan pemandangan yang indah, pantai berpasir putih, dan terlihat jelas matahari akan terbenam.
Lia : benarkah ini tempatnya? (takjub)
Niky : ya. (duduk di pasir)
Lia ikut duduk di pasir sebelah Niky.
Lia : Sangat indah....! aku sangat menyukainya!...Mm... mengapa tidak ada yang berkunjung? (melihat ke kiri dan kanan)
Niky : Yaa... ini bukan tempat wisata. Jalan kesini saja perlu beberapa tantangan. Kau lihat ‘kan tadi? (menoleh ke Lia)
Lia : Benar juga... haha! (tertawa)
Beberapa menit kemudian
Niky : sebenarnya aku sudah mengetahuimu sejak kelas 1 SMA (menoleh pada Lia)
Lia : Benarkah? Kamu tahu aku dari mana? (penasaran)
Niky : aku sering melihatmu dalam pementasan. Kamu memainkan piano begitu baik. Begitu tenang... (melihat ke matahari yang akan terbenam)
Lia : Makasih... jadi selama ini kau sering melihat aku pentas yah?
Niky : ya, setiap pementasanmu aku pasti datang. Dulunya... aku pernah berniat untuk berkenalan, tapi belum tepat saja. Sebenarnya.... aku... (menundukkan kepala)
Lia : Hm? Apa? (menerawang wajah Niky yang menunduk)
Niky : Bukan apa-apa. Sudah ingin pulang? (menoleh pada Lia)
Lia : ayo. (berdiri)
***
Beberapa hari kemudian... Lia dan Niky lebih dekat dari hari-hari sebelumnya.
@perpustakaan sekolah. Pukul 09.16 am
Sesil : Li...! (berlari menuju Lia yang membuka-buka buku)
Lia : Ssstt.... jangan berteriak... (membuka-buka buku)
Sesil : Li, aku mau bicara sama kamu... penting... please.. (memohon)
Lia : Iyaa... tunggu bentar yah (menutup buku)
@taman sekolah
Sesil : Li, aku mau minta bantuanmu... (memegang tangan Lia, berharap)
Lia : Hm? Semampu aku yah... (Senyum)
Sesil : Mmm... sebenarnya... aku suka sama... Niky.. (tersenyum malu)
Lia : Ha! Hoouu... baguslah... oh ya, kamu minta bantu apa?
Sesil : Mmm... tidak ada salahnya kan kalau aku.... nembak Niky? Aaihh... apa ini memalukan? (mengeratkan tangannya memegang tangan Lia)
Lia : Hm? Mm.. ah! Tidak... itu berarti kau berani... (tersenyum miris)
Lia dan Niky sudah saling menyukai, hanya saja belum berani menungkapkan. Tetapi Lia tidak tega kalau Sesil tahu bahwa Lia juga menyukai Niky.
***
Esok harinya Lia menemani Sesil menemui Niky
@Taman sekolah. Pukul 09.15 am
Sesil : Aduhh... aku gugup... (memegang tangan Lia erat)
Lia : tenanglah... (senyum)
Menemui Niky yang berada di Taman sekolah....
Sesil : Hai, Nik (mengangkat tangannya dan melambai)
Niky : Hai Sil. Eh! Lia? (menatap Lia)
Sesil : Nik, aku mau mengatakan sesuatu... mm... (menunduk malu, senyum)
Niky : Hm? Mau katakan apa? (penasaran)
Sesil : Akuu.... aku suka sama ka ka kamu... mm... maukah... (melihat Niky dan tersenyum)
Niky : Hm? Sil... maaf... Sepertinya aku butuh waktu untuk menjawab itu. (Melihat ke arah Lia)
Niky memotong pembicaraan Sesil dan menunda jawabannya.
Sesil : baiklah... aku akan menunggu (senyum miris)
***
Keesokan harinya, sepulang sekolah...
@taman sekolah. Pukul 15.30 pm
Niky : Li? Sendirian? (duduk disamping Lia)
Lia : Hm? Ya... (menunduk sedih)
Niky : Kemana Sesil dan Lena? Bukannya kau selalu pulang bersama mereka?
Lia : Hmm... tadinya mereka disini... hanya pulang lebih dulu (menggoyang-goyang kaki ke depan belakang)
Niky : Mm... soal kemarin... Humm... aku sebenarnya tidak menyukai Sesil (menunduk)
Lia : Jadi? Kau akan bilang seperti itu? Kenapa kau tidak katakan saja langsung (menatap Niky)
Niky : aku tidak tega kalau harus bilang tidak. Dan... aku juga tidak ingin orang yang aku sayangi sakit mendengar jika saja aku menerimanya (menatap Lia, senyum)
Lia : Jadi... kamu? (menatap Niky tajam)
Lia mengerti apa yang dimaksud oleh Niky bahwa ia menyukai Lia. Lia senang juga sedih, karena tidak ingin sahabatnya sedih. Mereka akhirnya bercanda tawa, dan tiba-tiba Sesil melihat kedekatan antara Lia dan Niky
Sesil : beginikah? Jadi selama ini kau membantuku hanya berpura-pura saja? Hah! (marah menatap Lia tajam)
Lia : Sil? Ka ka kamu... dari kapan disini? (gugup)
Sesil : Kenapa? Kau malu ketahuan bersama Niky? Hei... aku pikir kau adalah sahabatku... ternyata omong kosong! (menunjuk wajah Lia lalu pergi)
Lia : Sil! Ini bukan seperti yang kau lihat... Sesil!! (sedih menahan tangis)
Niky : Sebaiknya ia tahu daripada harus berlarut-larut (melihat Sesil sudah jauh berjalan)
Lia : Nik... aku sahabatnya... aku tidak tega harus membuatnya sakit seperti itu... (menangis)
Lia berlari dan pulang mengemudikan mobilnya, Niky sempat menahannya tetapi Lia sekuat mungkin melepasnya. Dalam perjalanan, Lia masih terus memikirkan kejadian tadi hingga ia tidak fokus ke jalanan. Tiba-tiba Lia mengambil jalur yang berlawanan dan terjadilah tabrak lari.
@Sekolah. Pukul 02.00 pm
Lena : Sil, aku dapat berita dari maminya Lia, katanya Lia kecelakaan dan dirawat di rumah sakit... (khawatir)
Sesil : aku tahu (membuka-buka buku, cuek)
Lena : pulang sekolah nanti kita jenguk Lia yah (memegang tangan Sesil)
Sesil : ada urusan apa denganku! Kau pergi saja, aku masih ada urusan (beranjak dari tempat duduknya)
Lena : Sil! Kamu kok gitu sih! Lia sahabat kita! Sudah seharusnya kita menjenguknya! (berdiri dari tempat duduknya dan membentak Sesil)
Sesil terus berjalan keluar dari kelas. Sebenarnya Sesil tidak tega berkata seperti itu, hanya saja ia masih kesal apa yang Lia perbuat padanya di taman.
@rumah sakit. Pukul 03.45 pm
Lena : Hm. Bu, boleh aku melihat Lia (sedih)
Ibu Lia : maaf, nak. Lianya tidak mau diganggu. Ibu sudah berusaha membujuknya, tetap saja tidak mau. Hm... sebaiknya Lena pulang dulu, mungkin besok-besok Lia sudah mau bertemu denganmu (senyum miris)
Lena : baiklah, bu. (menunduk sedih)
Lena tidak langsung pulang, ia menunggu sampai Lia mau bertemu dengannya. Hingga pukul 08.00 pm, Lena masih tetap menunggu di samping ruang rawat Lia. Lia menelpon Niky untuk segera kerumah sakit. Beberapak menit kemudian Niky datang.
Niky : Len, bagaimana keadaan Lia? (berlari menuju Lena, khawatir)
Lena : Sudah membaik. Hanya saja dia tidak ingin bertemu dengan kita. Aku tidak tahu sebenarnya ada apa dengan Lia (menunduk sedih)
Ibu Lia : Hmm... Nak, masih disini? (keluar dari kamar rawat Lia)
Lena : Iya bu. ibu mau kemana? (Lena berdiri seraya bertanya)
Ibu Lia : Ibu ada urusan sebentar diluar. Ibu pergi dulu yah... (pergi)
Lena dan Niky mengetuk pintu kamar rawat Lia. Dan berbicara dengan Lia dibalik pintu.
Lena : Li... Ini aku Lena... apa aku boleh masuk? Li, aku datang bersama Niky... (merapatkan kepala ke pintu)
Niky : Li... kami khawatir denganmu..
Seketika terdengar suara tangis Lia, Lena tanpa seizin Lia langsung saja membuka pintu dan masuk bersama Niky. Lena dan Niky terkejut melihat kedua tangan Lia diperban.
Lena : Liaa.... (berlari memeluk Lia, menangis)
Lia : Len... maafin aku... aku tidak tahu harus berbuat apa....(menangis)
Lena : Masih ada kita disini... jangan takut dengan keadaan ini... yah? (meyakinkan Lia)
Kedua tangan Lia patah akibat kecelakaan yang baru saja ia alami.
Lia : Len... bagaimana dengan kontes pianoku nanti... tinggal dua hari lagi... apa yang harus aku katakan pada guruku.... aku tidak ingin mengecewakannya... aku bingung, Len... (memeluk Lena erat)
Lena : Ssshht... tenanglah, Li.... aku pasti membantumu... aku jamin semua akan baik-baik saja... oke... tenanglah.. (mengelus pundak Lia agar tenang)
Setelah keadaan mulai tenang. Niky mendekat pada Lia dan meminta pada Lena untuk meninggalkan mereka berdua sebentar. Lena pun keluar dan pergi menemui guru les piano Lia, dan Niky mulai berbicara sesuatu.
Niky : Li... aku tidak tahu apa ini waktu yang tepat untuk bertanya... Hmm... benarkah kecelakaan ini terjadi karena pertengkaran kemarin (menatap Lia)
Lia : Nik, sudahlah... aku ingin minta sesuatu darimu (menunduk sedih)
Niky : Apa?
Lia : Nik... aku rasa... kau terima saja cinta Sesil. Ia sangat menyukaimu... (sulit berkata-kata karena tangisan yang begitu deras)
Niky : Li, kamu kok bilang gitu? Apa selama ini kau tidak.... menyukaiku...
Lia : Nik, aku mohon... terima saja Sesil. Sekarang, aku tidak bisa diharapkan lagi... awal kau menyukaiku karena aku pintar main piano.. apa saat ini aku bisa memegang piano lagi? Memainkan musik lagi? Dengan tangan patah sepeti ini, apakah aku bisa memainkan tiap nada? Tidak akan, Nik. Aku tidak yakin bisa memainkan musik lagi... (menangis)
Niky : Dengarkan aku.... aku tidak pernah suka pada Sesil... dan... ingatlah... Kau pemain piano, tidak akan hilang begitu saja musik dalam dirimu... aku yakin kau akan merindukan alat musik itu. (memegang punda Lia, meyakinkan)
Tiba-tiba Sesil masuk ke kamar rawat Lia. Awalnya Sesil ingin minta maaf pada Lia, tetapi ketika melihat Niky yang berada di kamar rawat Lia membuatnya berpikir dua kali untuk meminta maaf.
Lia : Sesil? Sil, maafin aku... ini tidak benar, Niky hanya menjengukku.. percayalah... (memohon dan menangis)
Sesil :Ya, aku percaya. (sedikit kesal dan tersenyum miris)
Lia menatap Niky, mengisyaratkan saatnya Niky berkata pada Sesil kalau ia menerimanya. Niky pun menuruti maksud Lia.
Niky : Sil, aku ingin mengatakan sesuatu... (memegang tangan Sesil)
Sesil : Hm? Me me mengatakan apa? (sedikit terkejut)
Niky : Aku ingin mengatakan kalau selama ini aku.... maaf, aku tidak bisa menyukaimu. aku tidak bisa membohongi diriku. Aku menyukai Lia, jangan marah pada Lia, aku yang selama ini terus mengejar-ngejarnya. (melepas tangannya yang memegang Sesil)
Lia terkejut dengan perkataan Niky, Lia tidak tahu harus berbuat apa. Ruangan menjadi hening, tetapi Sesil langsung memecahkan keheningan itu dengan senyumannya.
Sesil : Nik, aku bisa terima kalau saja kau tidak menyukaiku... kenapa kau tidak bilang saja saat aku nembak kamu?
Niky : Aku tidak tega harus membuat kamu sakit hati... maafkan aku... (menatap Sesil)
Sesil : Ah. Lupakan saja. Li, aku tidak marah padamu, sekarang masalah sudah terselesaikan (memeluk Lia)
Lena masuk ke dalam kamar rawat.
Lena : Li, aku baru saja dari tempat kursus pianomu. Katanya dia akan menggantikanmu dengan murid bimbingannya yang lain. Katanya juga semoga cepat sembuh. Selesai ‘kan? Ia pasti mengerti dengan keadaanmu, Lia. (tersenyum)
Lena sedikit risih melihat Sesil yang berada disamping Lia. Sesil mulai menjelaskan semuanya pada Lena, dan akhirnya mulai membaik kembali.
Beberapa hari kemudian, Lia sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Perban ditangan Lia sudah dibuka dan ia masih melatih tangannya untuk bergerak dengan baik kembali. Lena, Sesil, dan Niky datang berkunjung ke rumah Lia dan membawa kotak musik. Terdengar suara piano yang begitu nyaman ditelinga, Lia mulai bercucuran air mata.
Lena : Li, kami merindukan nada ini.... kau selalu memainkannya untuk kami. Apa kau akan mematikan bakatmu itu? (memegang kotak musik dan mendekat pada Lia)
Sesil : Lia... kau menangis karena kau merindukan suara piano ini. Aku tahu itu. Apa salahnya jika kau memulainya kembali... ayolah (memegang pundak Lia)
Niky juga menyemangatkan Lia. Mereka menuntun Lia menuju alat musik pianonya dan memainkannya secara perlahan. Ia mulai menangis gembira.
Lia : Teman-teman, aku bisa... aku bisa memainkannya... (memainkan alat musik piano)
Niky : Aku pikir kau tak akan pernah lepas dari alat musik ini (senyum)
Akhirnya mereka bernyanyi bersama, sedang Lia memainkan pianonya.
-the end-
skip to main |
skip to sidebar
pinkky..wehehe
duh,duh,aduuh. Siapa bilang kalo berbagi itu buat kita jadi miskin. eh, malah kaya lho, buktinya nih dengan berbagi informasi yaaa walaupun cuma sebatas kemampuan sii tapi justru dengan gitu kemampuan kita malah tambah, lagi dan lagi. komentar dari temen-temen salah satunya lho malah buat kemampuanku jadi tambah baik. amin, nah kunjungi yah sekaligus dibaca. semoga bermanfaat juga untuk kamu. semoga semuanya bisa termanfaat, dimanfaatkan, dan bermanfaat. amin :)
*Vydza-vyvyvy^^*
Jumat, 29 April 2011
chukkae kawan..
chukkae ..
makasi-makasi udah mau datang ke sini..
mari membaca, membaca itu ibadah, membaca itu pintu kemana saja,,, :D
makasi-makasi udah mau datang ke sini..
mari membaca, membaca itu ibadah, membaca itu pintu kemana saja,,, :D
Diberdayakan oleh Blogger.
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
apa aja bolehhh..hahha :D
pinkky..wehehe
kawan blog
tentang vydza*
- Vita Indri Febriani
- Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia
- call me vita, vydza, pipit, piput, 'V' or you can make the other name for me. gomawo, arigatou, thanks :). like to imagine whatever that i love. still little lazy do something while it is seldom doing,hahaha :D. l love very much writing, wanna be a writer novel, poem, or all(hahahaha kidding me :P). uhm,, give me a comments to correct my skill in here yayayaya :D. nice to meet you all.
Facebook Badge
Copyright (c) 2010 Ala-AllC'muaEbotMe*Vydza. Design by WPThemes Expert
Blogger Templates, Grocery Coupons and Daily Fantasy Sports.

0 komentar:
Posting Komentar