*Vydza-vyvyvy^^*

Rabu, 26 Januari 2011

subhanaallah, syair yang menyentuh Qalbu...:')

CINTA-NYA, CAHAYA YANG MENERANGI

Hati yang tercerahkan oleh cahaya cinta,
lebih berharga daripada semua kilau permata di dunia.


Tak ada penyembuh yang lebih baik daripada kehadiran orang yang dikasihi
bila seorang pecinta sakit .
Dan tak seorang pun dapat mempercayai suatu perlindungan,
betapa pun besarnya,
kecuali perlindungan yang diberikan oleh cinta.


Semua ‘kekuatan ajaib’ ada dan tercipta karena dorongan cinta.
Betapa seorang induk ayam akan bertarung mati-matian dengan musang
demi mempertahankan kelangsungan hidup anaknya.
Betapa ruang waktupun takluk dalam genggaman cinta.


Pernahkah kau rasakan ketika kekasih berada disisi?
Satu hari berpisah dalam cinta, sama dengan seribu tahun.
Dan seribu tahun bersama kekasih terasa hanya sehari.
Perjalanan ribuan kaki terasa hanya beberapa kaki,
dan beberapa kaki terasa ribuan kaki tanpa kehadiran-Nya..

Dalam kesadaran cinta,
bentuk cinta yang paling hakiki adalah cinta kepada-Nya,
sebagai bentuk total penyerahan diri terhadap Sang Penggenggam Hidup.
Sedang cinta pada insan dan alam semesta
menciptakan keadaan surgawi, apabila berlandaskan cinta ;
menjadi kabut duniawi bila menjelma hasrat nafsu.
Aku tak pernah tahu seberapa kerasnya hati ini,
apakah sekeras baja .. ?
Bila ya, maka aku akan mengharap api cinta melelehkannya,
hingga ku dapat membentuk dan menjadikannya kembali dingin.


Bila hatiku selembut lilin
yang mudah meleleh ketika tersentuh api
maka kuyakin dengan sumbu yang ideal,
maka kudapat mempertahankan nyalanya hingga habis terbakar..


Ataukah hatiku seperti kertas?
Menyala dengan cepat lalu menjadi asap sekejap.
Dalam keheningan ini, kuingin kau tahu bahwa cinta-Nya pada kita
laksana bara api yang saling terkait,
yang terangnya adalah cahaya atas cahaya.
Bila api cinta ini menyala,
maka Sang Terkasih akan menerangi jalan
dan kegelapanpun lenyap.


Mungkinkah kita dapat mempertahankan api cinta kita,
untuk tetap menyatu dalam cahaya keterpisahan-Nya?


Kala jiwa terbangun dalam keterjagaan malam, pernahkah jiwa bertanya : “Mengapa tiba-tiba hati ini selembut kapas?!”….
”Sihir macam apakah yang melemahkan kemudaan dari bahu
dan mematahkannya hingga hancur berkeping-keping?!”…



Tolaklah kenyataan ini, maka retaklah cermin itu,
bukankah merupakan kesia-siaan belaka,
seumpama wajah rupawan berkaca pada cermin yang retak ?
Dan bagiku jiwa yang resah,
dapatkah jiwa memandang diri sebelum memandang orang lain?
..dan dapatkah kau bangkit dari kematianmu
sebelum kau menuju pada kematian yang sesungguhnya?!”…...


Rahasia setiap pencapaian dalam setiap agama dan mistisme
adalah cinta.
Konon tanpa cinta
sang pencari akan menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam jalur ini,
dan akan selalu gagal untuk memusatkan pikiran mereka pada satu kesadaran.


Laksana “mata ketiga”,
pesan telepati yang disampaikan kepada kekasih
menghadirkan bunga-bunga imajinasi,
pikiran,
mimpi dan visi seorang pecinta,
semuanya mengungkapkan segala sesuatu tentang Dia yang dicintainya.


Tetapi cinta memaksa pecinta,
menahan visi tentang kekasihnya di depan pandangan-Nya
yang tertutup oleh pandangannya.
Cintanya sendiri adalah cermin pemantul
bagi bayang yang bercerita tentang diri,
orang lain serta lingkungan yang dikasihinya.



Dan aku menyadari
tiada daya yang lebih besar daripada cinta.
Semua kekuatan muncul ketika cinta bangkit di dalam hati.
Andai mereka tahu bahwa rahasia semua itu berada di dalam cinta!

2 komentar:

Muchtar Maulana® mengatakan...

^___^

Rozi Kembara mengatakan...

NIce Poem ... Salam Kreativ

Posting Komentar